oleh

PTM Terbatas Dimulai, Prokes Jadi Syarat Mutlak

-Pendidikan-dibaca 97 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Pusat sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di daerah PPKM level I, II, dan III.

Namun, pelaksanaan PTM terbatas tersebut, mutlak untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ‘5M’ sehingga tetap tidak menimbulkan gelombang Covid-19.

“Jumlah sekolah yang menjalankan saat ini, dari data yang kami miliki sampai dengan 4 September 2021, kurang lebih 39 persen dari 270.000 satuan pendidikan sudah menjalankan PTM terbatas, sedangkan sisanya masih melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR), ini secara nasional,” kata Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud, Sri Wahyuningsih dalam Dialog Produktif Kabar Kamis Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Diskominfo secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga :   SMP Negeri 14 Palu Akan Laksanakan PTM Terbatas

Sri Wahyuningsih juga menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan upaya strategis soal sosialisasi PTM terbatas yang mengedepankan protokol kesehatan. Upaya-upaya telah dilaksanakan yakni melalui kebijakan SKB 4 Menteri, secara terus menerus melakukan sosialisasi baik secara berjenjang dari Pemda kabupaten dan kota.

“Saya yakin sudah massif di informasikan ke satuan pendidikan bagaimana PTM terbatas itu harus diersiapkan mengacu dengan regulasi yang ada. Saya yakin stakeholder yang lain juga telah melakukan sosialisasi lewat digital,” tuturnya.

Ia menuturkan, sehat dan selamat merupakan prioritas utama. Jangan sampai, kata dia, semangat PTM terbatas dan semangat PPKM yang sudah turun level menjadi euphoria di masyarakat.

“Sehingga saking bahagianya, maka faktor yang sangat penting yakni penerapan protokol kesehatan tidak disiplin, tentunya ini yang selalu harus kita ingatkan,” ungkapnya.

Baca Juga :   SMPN 1 Palu Siap Melaksanakan ANBK

Sementara itu, Ketua Umum KPAI, Seto Mulyadi, menjelaskan bahwa BDR masih menjadi yang dominan. Untuk itu, diharapkan peran orangtua agar tetap memberikan pembelajaran yang menyenangkan ketika di rumah.

“Kalaupun harus belajar dari rumah, itu mohon diciptakan suasana yang ramah anak, suasana yang penuh keceriaan, kegembiraan, belajar dalam suasana yang tidak ada tekanan-tekanan,” tutur Kak Seto sapaan akrabnya.

“Saya selalu memohon kepada orangtua dirumah kalau perlu mengambil gelar “S 3” yaitu sangat sabar sekali, bahkan “S 5” sangat sabar sekali selalu senyum. Kalau kita terapkan itu, maka belajarnya akan lebih optimal. Mohon materi belajar tidak seperti suasana di sekolah, tapi dirumah harus lebih ramah. Semua anak pada dasarnya senang belajar manakala suasana belajarnya menyenangkan. Semua anak pada dasarnya cerdas, cerdas dalam bidangnya masing-masing,” ujarnya menambahkan. RHT

Komentar

News Feed