oleh

Bertemu Menaker, Wali Kota Hadi Usulkan Pembangunan BLK

-Kota Palu-dibaca 72 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto, audiens dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah di Kantor Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI, Selasa (7/9/2021).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Hadi mengusulkan adanya pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Palu untuk percepatan pemenuhan tenaga kerja tersertifikasi keahlian, pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat dan bantuan permodalan usaha bagi masyarakat miskin.

Menurutnya, langkah tersebut tepat dilakukan dalam rangka menekan angka pengagguran di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Pasalnya, sesuai laju pertumbuhan usia produktif berdasarkan lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang harus dapat terfasilitasi pekerjaan, lebih dari 3.000 orang, namun lapangan kerja tersedia setiap tahun rerata 900 lowongan kerja saja.

Baca Juga :   Personel Satlantas Polres Palu Donor Darah

Jika dilihat dari data tersebut, maka jumlah lulusan sarjana timpang dengan ketersediaan lapangan kerja. Artinya, jauh lebih banyak pencari kerja dari pada lowongan kerja. Akibatnya, menambah jumlah pengguran. Parahnya lagi, lowongan kerja tersedia didominasi pekerja dari luar daerah.

“Pencari kerja yang tertampung kurang dari 200 orang, sisanya diisi oleh pekerja dari luar daerah, makanya setiap tahunnya tertambah lebih dari 2.000 pengangguran yang tidak memiliki peluang kerja di Kota Palu,” Wali Kota Hadi.

Selain melakukan upaya peningkatan jumlah tenaga kerja terampil, terlatih dan memiliki kompetensi, membuka kesempatan lapangan kerja ke luar negeri bisa menjadi solusi.

“Sembari meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil, terlatih dan memiliki kompetensi,  pembukaan kesempatan lapangan kerja ke luar negeri saat terus kami upayakan,” kata dia.

Baca Juga :   30 Mahasiswa UIN Datokarama Palu Diedukasi Bahaya Narkoba

Turut mendampingi Wali Kota Hadi, Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita. Turut hadir, pejabat Direktorat Jenderal Bina Pelatihan Vokasional dan Produktivitas Kemnaker RI.

Sebagai informasi tambahan, Pemkot Palu telah membuka lowongan magang ke Jepang. Bahkan, hingga akhir Agusutus 2021, jumlah pendaftar magang ke Jepang telah mencapai 350 orang.

Sebelum diberangkatkan magang ke Jepang, para calon peserta magang akan dilatih bahasa asing, khususnya bahasa Jepang selama dua bulan. Setelah lulus, diberikan sertifikat sebagai lisensi dan syarat magang. Setelah pelatihan bahasa, para peserta calon magang akan dilatih keterampilannya sebelum diberangkatkan.HGA

Komentar

News Feed