oleh

OJK: Percepatan Vaksinasi Kunci Peningkatan Kredit UMKM

-Ekonomi-dibaca 115 kali

SULTENG RAYA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, memproyeksikan, percepatan vaksinasi yang digalakkan Pemerintah akan mempengaruhi presentase peningkatan kredit lintas sektor terutama UMKM.

Hal itu dikatakannya dalam konferensi pers secara virtual diikuti jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (8/9/2021).

Wimboh menegaskan, OJK punya proyeksi pertumbuhan kredit UMKM di angka 4,5 persen dengan modal awal tracing hingga Juli 2021 mencapai 1,11 persen.

“Sampai akhir tahun diatas empat persen, riil-nya sekitar 4,5 persen. Target yang cukup konservatif , karena kalau vaksin bisa cepat, dan tidak ada varian baru, kita bisa lebih optimis. UMKM sudah bangkit yakni positif diatas dua persen, jumlah kredit UMKM sudah positif baik dari tahun ke tahun maupun tahun berjalan, yoy positif 1,93 persen per Juli, dan tahun berjalan 1,11 persen,” katanya.

Baca Juga :   Telkomsel Pastikan Kesiapan Jaringan Broadband dan Layanan Digital Terdepan

“Sampai dengan Juli 2021, perbankan telah menyalurkan kredit baru sebesar 1.439 triliun. Namun demikian  ada juga pelunasan kredit di perbankan, 1.332 triliun,” ujarnya menambahkan.

OJK meyakini, ada juga faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi pencapaian proyeksi pertumbuhan kredit UMKM yakni kebijakan-kebijakan pelonggaran PPKM yang akan dilakukan jika sudah memungkinkan.

“Semakin dibukanya PPKM, UMKM akan tumbuh pesat dan akhirnya akan mendorong pertumbuhan komersil dan korporasi karena UMKM membutuhkan konsumsi yang mendorong produksi,” ungkapnya.

Namun demikian, dalam penanganan Covid-19, OJK senantiasa mendukung upaya-upaya strategis pemerintah dengan mengutamakan sektor kesehatan sebagai garda terdepan untuk membuka geliat-geliat sektor lainnya, sektor ekonomi akan menjadi prioritas selanjutnya.

Baca Juga :   Pasca Rights Issue Aset BRI Akan Jadi yang Terbesar

“Masa Covid-19 kita tahu bahkan prioritas utama adalah penanganan kesehatan, pemerintah sudah  menentukan itu. Upaya dilakukan bersama-sama agar kesehatan nomor satu. Ekonomi tanpa kesehatan tidak akan bisa,” tutur Wimboh. RHT

Komentar

News Feed