oleh

Sistem Budidaya Bioflok Terus ‘Dimasyarakatkan’

-Kota Palu-dibaca 63 kali

SULTENG RAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya memberikan edukasi mengenai sistem budidaya ikan air tawar sistem bioflok di setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat.

“Kita terus mengupayakan melakukan sosialisasi, metode-metode pengembangan sistem perikanan yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat. Ini berlaku untuk seluruh masyarakat di setiap kesempatan kita bersentuhan langsung,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Sulteng, Mohammad Syafar kepada Sulteng Raya, Selasa (7/9/2021).

Ia mengatakan, masyarakat juga bisa mengajukan proposal untuk penguatan modal. Hal itu terbuka seluruh kalangan masyakat di Sulawesi Tengah. Namun, ia menegaskan, pengajuan penguatan modal tersebut, minimal telah memiliki usaha telah berjalan dan telah nampak hasil dari usaha perikanan tersebut.

Baca Juga :   Siap-siap! Belajar Tatap Muka Terbatas Dimulai Pekan Depan

“Semua terbuka, kita terima semua. Hanya saja beberapa kesempatan, kita lihat proposal yang diajukan sangat menarik, ketika kita ingin melakukan cek ricek, ternyata usahanya masih dalam tahap perencanaan atau sama sekali belum ada. Ini yang harus dipahami, bahwa masyarakat harus memiliki usaha terlebih dahulu, setelah itu, Pemerintah akan mencoba melakukan penguatan dari segi permodalan dan kompetensi, karena kita juga perlu melaporkan anggaran yang dikucurkan,” tuturnya.

Selain banyaknya bantuan telah diberikan tahun-tahun sebelumnya kepada masyarakat soal pengutatan permodalan sistem budidaya bioflok, DKP Sulteng juga saat ini telah memiliki lokasi percontohan di delapan lokasi, yakni  di Unisa, Koramil Marawola, Koramil Palu Timur, Koramil Tawaeli, Kodim Donggala, Masyarakat Kabonena, STPL dan di Huntara Petobo.

Baca Juga :   Lurah Tondo: Keterbatasan TPS Pemicu Titik ‘Sampah Liar’

“Bioflok ini merupakan sistem budidaya yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan memberikan keuntungan untuk pelaku usahanya. Kami terus membuka kesempatan agar sistem ini terus dikenal masyarakat, juga sebagai alternatif usaha yang patut digeluti,” tutupnya. RHT

Komentar

News Feed