oleh

Warga Dusun I dan II Desa Rogo Minta Direlokasi

-Kab. Sigi-dibaca 171 kali

SULTENG RAYA-Warga Dusun I dan II, Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, berharap kepada pemerintah segera merelokasi para korban banjir bandang dari lokasi rumah mereka saat ini, karena lokasi rumah mereka saat ini sudah tidak layak huni.

Tercatat sekitar 80 KK warga dari Dusun I dan II, kini lokasi rumah mereka sudah tidak layak huni, pasalnya setiap kali hujan dengan intensitas tinggi selalu menyebabkan banjir bandang dengan membawa kayu, lumpur, dan pasir menyebabkan rumah warga sebagian besar tenggelam hingga 1 meter.

Sekretaris Desa Rogo, Ajmain Ramadhan mengatakan, dari tiga kali desa ini diterjang banjir bandang mulai dari tanggal 14 September 2020, 29 Agustus 2021, dan menyusul 5 September 2021 menarik kesimpulan jika lokasi yang ditempati warga saat ini sudah tidak aman bagi warga.

“Sebagian rumah warga yang perna menerima stimulan dari pemerintah, kini kembali tidak dapat ditempati, karena habis diterjang banjir bandang dan tertimbun lumpur dan pasir, dan dipastikan setiap banjir datang selalu seperti itu, sebagaimana pengalaman selama tiga kali banjir ini,”jelas Ajmain. Selasa (7/9/2021).

Katanya, sudah ada calon lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat relokasi warga, juga berada di Dusun I tidak jauh dari sumber air panas. “Lokasi itu dijamin jauh dari banjir bandang, kita berharap lokasi itu bisa nantinya digunakan sebagai lokasi relokasi warga,”harap Ajmain.

Ajmain menambahkan, jika tidak segera direlokasi, maka dipastikan kondisi ini akan terus berulang, dan dikhawatirkan tidak saja menelan harta benda, namun juga bisa menelan korban jiwa.

Banjir di dua dusun ini dipicu atas terjadinya pendanggalan sungai, dimana sebelumnya antara jembatan dan dasar sungai berjarak sekitar tiga meter, bahkan bisa dilewati dump truck mengangkut pasir, namun kini kondisinya sudah rata.

Hal itu disebabkan adanya lumpur dan pasir yang dibawah oleh arus air dari hulu (gunung) pasca gempa hebat yang melanda Kota Palu, Sigi dan sekitarnya pada tanggal 28 September 2018 silam. ENG

Komentar

News Feed