oleh

Waspada TPPO, DP3A Kabupaten Diminta Intens Turun ke Desa

-Kota Palu-dibaca 62 kali

SULTENG RAYA  – Salah satu permasalahan menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Mengatisipasi terulangnya TPPO, Kepala DP3A Sulteng, Ihsan Basir, meminta DP3A kabupaten intens turun ke desa-desa di wilayahnya.

Berdasarkan data DP3A Sulteng selama lima tahun terakhir, periode 2015 sampai 2020, tercatat terjadi 32 kasus TPPO di Sulteng dengan jumlah korban 23 orang. Kebanyakan kasus tersebut terjadi di wilayah kabupaten, khususnya daerah pedesaan.

“Karena memang saya paling wanti-wanti teman-teman (DP3A) yang ada di kabupaten untuk lebih intens turun ke desa-desa, karena jangkauan provinsi tidak sampai kesana. Pelaku TPPO banyak melancarkan aksinya di daerah pedesaan,” ujar Ihsan Basir kepada Sulteng Raya, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga :   Mendagri Apresiasi Penanganan Terorisme di Sulteng

Dari 23 korban itu, kata dia, 15 orang berasal dari Kabupaten Sigi, empat orang dari Kabupaten Donggala, tiga orang dari Kabupaten Parigi Moutong dan satu orang dari Kota Palu.

“Ada juga indikasi TPPO melalui prostitusi online dengan korban 22 orang, tujuh orang diantaranya yakni anak-anak dan dua korban lainnya yakni pekerja migrant,” ungkapnya.  

Ihsan menyampaikan, modus dilakukan pelaku TPPO kebanyakan dengan memberikan iming-iming gaji tinggi kepada korban untuk dibawa bekerja ke luar negeri.

“Bahkan juga terjadi di wilayah Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi korban TPPO terpaksa menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial) karena terbujuk pengahasilan tidak logis dari pelaku,” tuturnya. NDY

Komentar

News Feed