oleh

Wagub Ma’mun Amir Bacakan RKUA-PPAS 2022 di DPRD Sulteng

-Politik-dibaca 147 kali

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur, Ma’mun Amir membacakan pidato pengantar Rancangan kebijakan Umum APBD (RKUA) serta rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Ketua DPRD, Nilam Sari Lawira, Senin (6/9/2021).

Dalam pidato pengantarnya, Wakil Gubernur Ma’mun Amir menyampaikan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 89 ayat 1, Kepala Daerah menyusun rancangan KUA dan rancangan PPAS berdasarkan RKPD dengan mengacu pada pedoman penyusunan APBD.

Untuk itu, dalam rangka menyiapkan RAPBD Tahun 2022 pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD terlebih dahulu membahas dan menetapkan kebijakan umum APBD serta prioritas dan plafon anggaran sementara Tahun 2022 yang dirumuskan berdasarkan urusan pemerintahan serta program dan kegiatan dengan mengacu kepada kewenangan yang telah diamanatkan di dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pada sidang paripurna ini perkenankan kami menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan asumsi-asumsi yang digunakan dalam rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara Tahun 2022 yang kami ajukan untuk dibahas dalam sidang dewan yang terhormat ini, ” Kata Wagub.

Dalam pemaparannya, wagub menyampaikan bahwa asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan RKUA dan PPAS tahun 2022, yakni dengan mencermati target APBN, laju inflasi dan   pertumbuhan PDRB.

Menurut Wakil Gubernur, mengacu pada kondisi kekinian di Sulteng serta sinkronisasi dengan visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah tahun 2021-2026, maka pada tahun 2022 alokasi anggaran baik pendapatan maupun belanja dapat digambarkan dalam rancangan KUA PPAS Tahun 2022.

Untuk target Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp4,804 Triliun yang bersumber dari

Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,560 Triliun, pendapatan transfer sebesar Rp3,222 Triliun serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp21,588 Miliar.

Sementara untuk belanja daerah dalam kebijakan umum anggaran Tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp4,819 Triliun.  Kemudian untuk kebijakan pembiayaan pada Tahun 2022 diproyeksikan, penerimaan pembiayaan sebesar Rp50 Miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp35 Miliar.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur menguraikan, pembangunan Sulawesi Tengah tahun 2022 diharapkan pada peningkatan pelayanan dasar berbasis digital dan reformasi birokrasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Olehnya, arah pembangunan Sulteng berdasarkan prioritas yakni penanggulangan korban bencana melalui penyediaan APBD sensitif bencana berwujud cash for work berbasis pada korban bencana maupun cash for work di wilayah yang ada jalan wilayah. Kemudian mendirikan sekolah vokasional/kejuruan, menyediakan infrastruktur untuk mendorong Sulteng sebagai daerah penyangga bagi ibu kota baru,

mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan komoditas pertanian lainnya serta percepatan penanganan Covid-19.

Menurut Wakil Gubernur, Pandemi Covid 19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan yang berimbas pada semua lini kehidupan manusia, berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid 19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi bahkan ke sektor keuangan.

“Saya ingin menyampaikan satu hal yang sangat penting bagi keselamatan kita semuanya, seperti kita ketahui pandemi Covid 19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat karena munculnya berbagai varian baru yang juga menjadi persoalan serius banyak daerah terutama Jawa dan Bali dan tidak menutup kemungkinan varian tersebut akan menyebar ke seluruh wilayah provinsi Sulteng,” sebut gubernur.

Situasi ini, kata Wagub mengharuskan kita mengambil langkah-langkah agar bersama-sama dapat membendung penyebaran Covid-19.

“Saya minta masyarakat disiplin mematuhi peraturan demi keselamatan kita semuanya, pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19. seluruh aparat negara, TNI dan polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan harus bahu-membahu, bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini,”tutur Wagub. *WAN 

Komentar

News Feed