oleh

Diversifikasi Pangan untuk Tingkatkan Konsumsi Pangan Lokal

-Ekonomi-dibaca 199 kali

SULTENG RAYA – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir secara resmi membuka gerakan diversifikasi pangan lokal yang dirangkaikan dengan gelar Buah Nusantara ke-6 secara virtual di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Senin (6/9/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa gerakan diversifikasi pangan sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal, sayur dan buah. Diversifikasi konsumsi pangan tidak dimaksudkan untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan, sehingga masyarakat akan mengkonsumsi lebih banyak jenis pangan.

Indikator untuk mengetahui capaian diversifikasi konsumsi pangan adalah skor pola pangan harapan yang ditentukan oleh konsumsi 9 komponen pangan yakni,  padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berlemak, kacang-kacangan, gula, sayur, dan buah. Upaya mendukung ketersediaan pangan secara berkelanjutan dengan mengembangkan pangan lokal sebagai warisan budaya leluhur seperti ubi banggai, jangung, pisang, sukun, talas, ubi jalar dan lain-lain.

Baca Juga :   Direktur BPJS Kesehatan Minta Pengelolaan Kefarmasian Efektif dan Efisien

“Capaian skor PPH Sulteng tahun 2019 adalah 82,5 yang kemudian menjadi 82,2 pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 turun lagi menjadi 81,6. Jika skor PPH semakin tinggi, menandakan konsumsi pangan masyarakat semakin beragam dan komposisinya semakin baik dan seimbang, sehingga daya tahan tubuh akan semakin terjaga, sehat dan kuat,” sebut wakil gubernur.

Lebih lanjut Wakil Gubernur menjelaskan, tantangan utama di Sulawesi Tengah adalah masalah daerah rawan pangan dan stunting, terdapat 45 kecamatan di wilayah kabupaten/kota yang terindikasi rawan pangan serta masih terdapat 31,26% penduduk balita yang tergolong stunting.

“Untuk mengentaskan kedua masalah tersebut, saya berharap agar kontribusi pangan lokal, sayur dan buah dapat dioptimalkan sehingga derah rawan pangan dan stunting dapat berkurang secara signifikan. Ayo kita kembangkan pangan lokal, sayur dan buah di lahan pekarangan maupun lahan yang masih kosong di sekitar kita,”tutur wakil gubernur.

Baca Juga :   BSI dan 5 Perguruan Tinggi Sepakat Bekerja Sama Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di Indonesia

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Ir. H. Abdullah Kawulusan, M.SI dalam laporannya menyatakan pangan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Gerakan diversifikasi pangan dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat utama melalui pendekatan teknologi, bisnis dan kerarifan lokal.

Program diversifikasi pangan bertujuan menggali dan meningkatkan penyediaan berbagai komoditas pangan sehingga terjadi penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat.

“Sasaran yang diharapkan melalui pelaksanaan gerakan diversifikasi pangan adalah menurunnya ketergantungan konsumsi beras, dan meningkatnya konsumsi pangan lokal, serta menumbuhkan UMKM pangan sebagai penyedia pangan lokal,” jelas Kadis H. Abdullah Kawulusan

Gerakan diversifikasi pangan lokal dirangkaikan dengan gelar buah nusantara tahun 2021 diikuti Walikota/Bupati se-Sulteng, Forkopimda, kadis pangan se-kab/kota dan pihak terkait lainnya secara virtual. *WAN

Komentar

News Feed