oleh

DKP Sebut Petambak Garam Talise Kontinyu Terima Bantuan Pemerintah

-Kota Palu-dibaca 173 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng menyebutkan, petambak garam di Kelurahan Talise secara kontinyu mendapat bantuan dari pemerintah daerah maupun stimulus-stimulus dari Pemerintah Pusat.

Hal tersebut menanggapi keluhan salah seorang petambak akibat sudah empat bulan terakhir gagal panen.

“Mereka (petambak garam talise) reguler terima bantuan. Hanya terkait persoalan ini (soal gagal panen, red), itu diluar kendali karena faktor cuaca yag kita ketahui bersama saat ini memang sedang tidak bersambut dengan usaha itu,” kata Kepala Seksi di Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Sulteng, Usman Abdurrahman kepada Sulteng Raya, Senin (6/9/2021).

Bahkan, kata dia, data riil dari kuantitas petambak garam di Kelurahan Talise tersebut telah terdata baik. Ia menyebutkan, terdapat 16 kelompok dengan jumlah 160 petambak garam selalu diintervensi bantuan dari Pemerintah.

Baca Juga :   Program Keringanan Utang di KPKNL Berakhir Desember 2021

“Itu (bantuan, red) berturut-turut setiap tahun, hanya ketika pada aspek bantuan yang besar dari Pemerintah pusat memang agak sulit karena harus memiliki persyarata luasan areal minimal 100 hektar, sedangkan di lokasi itu masih kecil. Kita terus mengupayakan bantuan. Namun untuk yang gagal panen ini belum ada yang bisa dilakukan intervensi. Namun kami yakin petambak telah menerima BPUM yang notabenenya untuk intervensi dari pemerintah pusat untuk bantuan konsumtif,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, empat bulan terakhir cuaca di Kota Palu sering hujan. Kondisi tersebut sangat berdampak bagi petani garam di Talise.

Selama empat bulan cuaca tidak menentu,  selama itu pula para petani tidak pernah panen alias gagal panen.

Baca Juga :   HUT KE-9 Sulteng Raya Bersama Alfamidi Berbagi dengan Tiga Panti Asuhan

“Sudah mau empat bulan kita belum panen karena memang cuacanya hujan terus. Kalau cuaca bagus, biasanya tiga sampai lima hari kita sudah panen,” kata salah seorang petani garam Talise, Safrudin, kepada Sulteng Raya, Jumat (3/9/2021).

Pada saat seperti itu, Safrudin berharap, Pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para petani garam.

“Sudah lama kita tidak panen, tapi tidak ada juga bantuan dari Pemerintah. Kami harap Pemerintah bisa lebih perhatian, karena pada saat cuaca sering hujan begini, kami benar-benar kehilangan mata pencarian, apalagi ini sudah empat bulan terakhir kami gagal panen,” ujarnya.

Safrudin mengatakan, pada saat panen, untuk satu tambaknya bisa menghasilkan sekitar 150 kilogram garam. Harga jual satu karung garam untuk konsumsi Rp170 ribu sementara garam yang biasa dipakai untuk pupuk dihargai Rp50 ribu.

Baca Juga :   Gubernur Minta Optimalkan Penggunaan Anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

“Namun dengan kondisi cuaca Kota Palu yang sering hujan belakangan ini, membuat kami para petani gagal panen dan kehilangan mata pencariannya karena tidak pernah lagi memanen tambak garam,” ucapnya. RHT/NDY

Komentar

News Feed