oleh

DKP Kembangkan Demplot Milenial Fish Berbasis RAS di Sigi

-Kab. Sigi-dibaca 88 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan saat ini tengah mengembangkan demplot milenial fish berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) di salah satu kelompok usaha di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

“Ini kegiatan reguler, demplot ini adalah sistem budidaya ikan air tawar berbasis recirculating aquaculture system atau  sistem  sirkulasi air dalam kolam budidaya air tawar yang kita kembangkan, demplot ini sudah jalan,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Sulteng, Mohammad Syafar kepada Sulteng Raya, Senin (6/9/2021).

Dirinya menjelaskan bahwa, teknologi RAS adalah teknologi dengan menerapkan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus-menerus (resirkulasi air). Pemanfaatan itu seperti fisika filter, biologi filter, ultra violet (UV), generator oksigen yang berfungsi untuk mengontrol dan menstabilkan  kondisi lingkungan ikan.

Baca Juga :   BBTNLL Jalin PKS KKM Lima Desa Sekitar Kawasan TNLL

Lanjutnya, pada kegiatan ini dilaksanakan pendampingan kegiatan demplot RAS bersama  mitra  Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu dari Fakultas Perikanan untuk mengukur sejumlah aspek, terutama sosial ekonomi, studi kelayakan yang diharapkan dapat memberikan miniatur terbaik pengelolaan program milenial fish secara optimal untuk kemudian dapat diaplikasikan oleh pelaku-pelaku usaha perikanan budidaya air tawar di Sulteng.

“Kita dibantu pendamping dari Unisa dalam hal studi kelayakan usaha, studi sosial, dan studi komparasi terkait budidaya yang ada, misalnya budidaya sistem bioflok yang sudah lebih banyak dikembangkan di  kelompok usaha budidaya,” tuturnya.

Nantinya, kata dia, terkait studi komparasi, pihaknya akan melihat dan membandingkan dengan hasil dari sistem bioflok yang telah sukses dikembangkan oleh pemerintah sehingga nantinya pengembangan sistem RAS pada budidaya ikan air tawar dapat menjadi pilihan sistem budidaya yang dilaksanakan oleh pelaku usaha budidaya.

Baca Juga :   Gubernur Serahkan Alat Bantu Produktif KTH dan Bibit Produktif

“Karena dari dua sistem budidaya pasti ada kelebihan dan kekurangannya, pastinya dapat dikembangkan di lahan minus air dan di pekarangan terbatas. RAS akan kita bandingkan nantinya dengan studi bioflok,” katanya.

Dalam program demplot, kata dia, pada tahun ini sebenarnya DKP memiliki dua program demplot,  yakni  demplot tambak udang intensif milenial. Karena kendala teknis dan non teknis, diputuskan untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.

“Demplot tambak kita tunda tahun ini namun perhatian terhadap pengembangan Tambak rakyat tetap digalakkan dimana tahun ini kami mendesain tambak rakyat di Kabupaten Buol untuk dijadikan grand desain pengembangan tambak rakyat  berbasis tambak estate yang syarat luasan kurang lebih 100 hektar untuk mendukung produksi udang Sulawesi Tengah berorientasi ekspor, ” tutup Syafar. RHT

Komentar

News Feed