oleh

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Jangan Takut Melapor

-Kota Palu-dibaca 70 kali

SULTENG RAYA – Para perempuan dan anak diimbau tidak takut melapor jika menjadi korban kekerasan.

Jika ragu, bisa mendatangi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terdekat untuk didampingi. Korban kekerasan juga dapat mengadu atau melapor langsung melalui hotline UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di nomor 081145604320 dan 081145604321, mengadu ke satgas PPA, pos pengaduan. Khusus warga di desa, bisa mengadu ke aparat desa, kader satgas PPA atau puskesmas apabila kekerasannya secara  seksual.

“Kami imbau warga atau korban baik dewasa maupun anak-anak yang mengalami kekerasan baik secara seksual, pelecehan seksual atau kekerasan lainnya agar jangan takut mengadu, jangan ragu mengadu dan jangan malu mengadu, karena identitas warga kami jamin, kami menjaga kerahasiaan itu karena ada kode etiknya,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak DP3A Sulteng, Sukarti kepada Sulteng Raya, Senin (6/9/2021).

Baca Juga :   Pandemi Covid-19, ‘Garzenic’ Solusi Beli Sayur Sambil Rebahan

Berdasarkan data DP3A Sulawesi Tengah, selama lima tahun terakhir, periode 2016-2020, tercatat 2.741 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari jumlah kasus tersebut, korban perempuan sebanyak 2.351 orang, korban laki-laki 488 orang dan dari jumlah kasus itu korban anak mencapai 1228 orang serta korban dewasa 1600 orang. Terkait hal itu, DP3A Sulteng mengimbau korban kekerasan agar berani melapor.

“Jumlah kumulatif selama lima tahun terakhir tersebut merupakan kasus yang terlaporkan dan ada kemungkinan jumlahnya bisa lebih dari itu namun tidak terlaporkan. Olehnya, saya meminta perempuan dan anak yang mengalami kekerasan agar melapor,” katanya.

Jenis kasus banyak terjadi adalah kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi dan lainnya.

Baca Juga :   Mahasiswa STPL Palu Melaksanakan Magang Industri

Pada 2020 lalu, terjadi 323 kasus dengan korban perempuan 297 orang. Khusus 2021, hingga Juli 2021 terdapat 220 kasus, korban perempuan 200 orang dan laki-laki 33 orang.

Ia menyebur, kasus terbanya pada 2021 berada di Kabupaten Buol 47 kasus, Kota Palu 43 kasus, Kabupaten Poso 33 kasus dan Kabupaten Sigi 28 kasus.

“Untuk layanan yang diberikan kepada mereka yang datang menyampaikan pengaduan yakni layanan kesehatan, bantuan hukum, penegakan hukum, rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial dan pemulangan. Kita harapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun. Mudah-mudahan tiga bulan kedepan ini tidak ada penambahan kasus,” tutupnya. NDY

Komentar

News Feed