oleh

Animo Warga Palu Ikut Vaksinasi Dinilai Tinggi

-Kota Palu-dibaca 81 kali

SULTENG RAYA – Lions Club (LC) Palu Maleo dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Tengah berupaya untuk mengakomodasi tingginya animo masyarakat mengikuti vaksinasi.

Presiden Lions Club Palu Maleo, Oetomo Koentjoro, mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama tujuh kali melaksanakan giat vaksinasi di Kota Palu, animo masyarakat sangat tinggi ikut vaksin Covid-19 tersebut. 

“Setiap kegiatan vaksinasi pesertanya selalu membeludak,” kata Oetomo Koentjoro di sela-sela vaksinasi di Utama Beton, Jalan RE Mathadinata, Kelurahan Tondo, Kota Palu, beberapa waktu lalu.

Oetomo mengtakan, pihaknya sudah melakukan giat vaksinasi ketujuh kali, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Dokes Polda Sulteng dan Utama Beton.

Disebutkan, vaksinasi yang kelima dan keenam beberapa waktu lalu, pesertanya mencapai 300 orang. Sementara pagi hingga siang di giat vaksinasi ketujuh, tercatat 107 orang yang ikut vaksinasi.

Sementara itu, Perwakilan LC Palu Maleo, Mintarto Gunawan, menjelaskan, meski lokasi vaksin terbilang cukup jauh dari pusat Kota Palu, warga selalu antusias setiap kali dilakukan vaksinasi.

Baca Juga :   PMI Evaluasi Operasi Tanggap Darurat Bencana di Sulteng

“Animo tinggi warga untuk ikut vaksin harus kita penuhi,” kata Mintarto.

Disebutkan, setiap kali melakukan vaksinansi, LC Palu Maleo dan INTI Sulteng selalu bekerja sama dengan Dokes Polda Sulteng. Tetapi kali ini, melibatkan lagi AKPOL angkatan 95.

“Mereka melakukan vaksinasi dan penyerahan bansos serta voucher oxygen secara serentak di 13 provinsi termasuk di Sulteng,” kata Mintarto.  

Oetomo Koentjoro menambahkan, pelayanan vaksinasi itu juga sebagai bentuk dukungan keinginan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang meminta jajarannya untuk mengakomodir tingginya animo masyarakat untuk divaksinasi Covid-19.

“Kalau ada antrean tolong dievaluasi, kebutuhan vaksin yang belum maksimal sampaikan ke pusat, sehingga dipercepat pemenuhan kebutuhan vaksinnya. Antusias masyarakat akan vaksin bisa diakomodir cepat,” katanya mengutip pernyataan Kapolri saat meninjau bakti sosial Alumni Akademi Polisi (Akpol) 1995 di Bekasi Utara, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga :   Pemerintah Lere Sediakan Layanan Pembuangan Sampah

BAKTI SOSIAL

Kegiatan bakti sosial Alumni Akpol 1995 dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dengan target 41 ribu masyarakat divaksinasi Covid-19 jenis Sinovac.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri juga melakukan telekonferensi dengan Polda yang melaksanakan vaksinasi massal bakti sosial Akpol 1995, seperti Kapolda Jawa Timur, Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Sulawesi Tengah, dan Kapolda Banten.

Jenderal bintang empat ini mengingatkan target pemerintah untuk mencapai 2 juta dosis vaksin dalam satu hari. Target ini, kata Sigit, dapat terwujud dengan kolaborasi semua pihak. Seperti vaksinasi massal yang dilaksanakan Akpol 1995 didukung oleh relawan dan mahasiswa.

Menurut dia, kegiatan vaksinasi massal Akpol ini salah satu upaya Polri mendukung percepatan vaksiansi nasional, guna terwujudnya kekebalan komunal masyarakat (herd immunity).

Baca Juga :   Semangati Peserta, Wali Kota Pantau Pelaksanaan SKD CP3K

“Saya imbau masyarakat yang belum vaksin untuk “berbondong-bondong” divaksin, imunitas meningkat, kegiatan aktivitas masyarakat akan lebih meningkat juga,” kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini juga mengingatkan masyarakat yang sudah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena pelonggaran yang diberikan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel jangan sampai menyebabkan naikknya angka kasus baru.

Saat ini, kata Sigit, Indonesia sudah mampu menurunkan angka kasus Covid-19 harian, dari 56 ribu menjadi 8.900 kasus.

“Dalam kesempatan ini, ini semua bisa terjadi karena kerja keras tim yang terlibat, TNI-Polri, relawan dan antusias masyarakat yang mau divaksinasi, terus menjaga protokol kesehatan,” kata Sigit.

Dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta voucher belanja untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. */RHT

Komentar

News Feed