oleh

Petani Garam Talise Butuh Perhatian Pemerintah

-Kota Palu-dibaca 74 kali

SULTENG RAYA – Empat bulan terakhir cuaca di Kota Palu sering hujan. Kondisi tersebut sangat berdampak bagi petani garam di Talise.

Selama empat bulan cuaca tidak menentu,  selama itu pula para petani tidak pernah panen alias gagal panen.

“Sudah mau empat bulan kita belum panen karena memang cuacanya hujan terus. Kalau cuaca bagus, biasanya tiga sampai lima hari kita sudah panen,” kata salah seorang petani garam Talise, Safrudin, kepada Sulteng Raya, Jumat (3/9/2021).

Pada saat seperti itu, Safrudin berharap, Pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para petani garam.

“Sudah lama kita tidak panen, tapi tidak ada juga bantuan dari Pemerintah. Kami harap Pemerintah bisa lebih perhatian, karena pada saat cuaca sering hujan begini, kami benar-benar kehilangan mata pencarian, apalagi ini sudah empat bulan terakhir kami gagal panen,” ujarnya.

Baca Juga :   Ketua TP-PKK Sulteng Salurkan Bantuan di TPA Kawatuna

Safrudin mengatakan, pada saat panen, untuk satu tambaknya bisa menghasilkan sekitar 150 kilogram garam. Harga jual satu karung garam untuk konsumsi Rp170 ribu sementara garam yang biasa dipakai untuk pupuk dihargai Rp50 ribu.

“Namun dengan kondisi cuaca Kota Palu yang sering hujan belakangan ini, membuat kami para petani gagal panen dan kehilangan mata pencariannya karena tidak pernah lagi memanen tambak garam,” ucapnya. NDY

Komentar

News Feed