oleh

Dua Sektor Sumbang Andil Negatif NTP Sulteng

-Kota Palu-dibaca 107 kali

SULTENG RAYA – Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulteng pada Agustus mencapai 100,76 persen, meningkat 0,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, tren baik tersebut tidak diikuti dua sektor, yakni sektor peternakan dan hortikultura dengan andil masing-masing -0,69 persen dan -4,21 persen.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsimaupun untuk biaya produksi.

“Sementara tiga sektor lainnya menjadi penopang yang menandakan petani kita lebih berdaya dari pemenuhan daya beli diatas 100 persen. Tiga sektor itu adalah tanaman pangan (0,83 persen), tanaman perkebunan rakyat (1,42 persen), dan perikanan (0,60 persen),” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Sutrisno kepada Sulteng Raya, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga :   Pemkot Palu Akan Launching Survey Tematik Indeks Aktualisasi Pancasila

Sementara itu, Sutrisno menjelaskan, indeks harga yang diterima (It) maupun indeks harga yang dibayar petani (Ib) keduanya mengalami peningkatan indeks masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,26 persen. 

Sedangkan untuk Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) sebesar 102,73 atau mengalami peningkatan sebesar 0,78 persen dibandingkan Juli 2021.

Di tingkat nasional pada bulan Juli 2021, NTP mengalami penurunan sebesar 0,11 persen bila dibandingkan dengan NTP bulan Juni, sedangkan untuk NTUP juga mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.

Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Agustus 2021 masing-masing sebesar 104,68 persen dan 104,80 persen. RHT

Komentar

News Feed