oleh

Terkendali, Inflasi Gabungan Sulteng 0,36 Persen

-Kota Palu-dibaca 63 kali

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, inflasi gabungan dua kota di Provinsi Sulteng adalah sebesar 0,36 persen pada Agustus 2021.

Sementara itu, inflasi tahun kalender dari Desember 2020 hingga Agustus 2021 sebesar 1,11 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun dari Agustus 2020 hingga Agustus 2021 sebesar 1,89 persen.

“Inflasi pada Agustus masih terkendali,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Sutrisno dalam pemaparan data strategis bulanan BPS Sulteng, secara daring, Rabu (1/9/2021).

Dari dua kota IHK di Sulteng, kata dia, Kota Palu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,49 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,13 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,11 persen.

Baca Juga :   Tambak Udang di Sulteng Butuh Pasokan Listrik 86,19 MVA

Sementara, Kota Luwuk pada bulan ini mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,05 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 0,97 persen.

Inflasi Agustus 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, diikuti oleh kelompok transportasi (1,13 persen), kelompok pendidikan (0,70 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,60 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,14 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,05 persen), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,01 persen).

Lanjutnya, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya serta kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,36 persen dan 0,18 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih terpantau belum mengalami perubahan.

Baca Juga :   PLN Suluttenggo Bakal Suplai Listrik PT ATS Sebesar 170 MVA

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 0,62 persen dan terendah di Kota Tanjung sebesar 0,01 persen.

Kota Sorong mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,04 persen, sementara Kota Timika, Sukabumi dan Meulaboh mengalami deflasi terendah sebesar 0,03 persen. Kota Palu menempati urutan ke-2 inflasi tertinggi di tingkat nasional dan di tingkat kawasan Sulampua, sementara Kota Luwuk menempati urutan ke-31 deflasi di tingkat nasional dan urutan ke-11 di kawasan Sulampua. RHT

Komentar

News Feed