oleh

Perempuan Adipura Diharapkan Memotivasi Masyarakat Membersihkan Lingkungan

-Kota Palu-dibaca 102 kali

SULTENG RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, berharap kehadiran Perempuan Adipura dapat memotivasi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga ikut melakukan pembersihan lingkungan.

“Dibentuknya Perempuan Adipura, memang dalam rangka untuk memberikan motivasi untuk masyarakat, artinya dengan adanya motivasi masyarakat dapat menyadari bahwa mereka punya tanggungjawab dan punya peran yang besar di dalam mewujudkan Kota Palu ini menjadi bersih, indah dan asri,” kata Kepala DLH Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, Rabu (1/9/2021).

Ia menjelaskan, hadirnya perempuan adipura cukup beralasan, karena kebersihan identik dengan perempuan, sehingga diharapkan perempuan dapat mempunyai peran aktif berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Untuk hidup bersih dan sehat, dengan capa apa?, yaitu tentunya dapat dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan rumah, berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, melakukan pemilahan dari sumber sampah yaitu rumah tangga. Nah, semua perkerjaan-pekerjaan ini sangat dekat dengan pekerjaan dan peran perempuan, walau begitu perlu diketahui bukan hanya perempuan tetapi laki-laki juga memiliki peran dalam kebersihan,” jelasnya.

Baca Juga :   Pedagang Pasar Bulili Rugi Akibat Jalan Berlumpur

Irmayanti menjelaskan, masalah kebersihan dipengaruhi beberapa hal, yaitu kurangnya peran dan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, tidak tertib membuang sampah tepat pada waktu pembuagan yang telah ditentukan dan masih banyak masyarakat yang membuang sampah di TPS-TPS liar yang memang bukan tempat untuk membuang sampah.

Untuk itu, dalam upaya penyelesaian masalah sampah tentunya memerlukan kesadaran masyarakat, sarana dan prasarana, serta mengubah paradigma berpikir masyarakat mengenai permasalahan sampah. Makanya, dengan hadirnya perempuan adipura kiranya dapat melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, melakukan edukasi, memberikan pendampingan dalam hal pemilahan sampah dari sumbernya.

 “Memberikan pendampingan ini, contohnya seperti melakukan pemilahan sampah dari sumbernya yaitu sampah rumah tangga, kami harap sampah dari rumah tangga itu sudah dipilah atau dipisahkan yang mana sampah plastik, kertas hingga sampah  sisa-sisa makanan. Bahkan, kami berharap disetiap kelurahan itu ada kelompok-kelompok untuk mengelola sampah, sehingga sampah yang diangkut ke TPA hanya sampah yang tidak bisa diolah atau digunakan lagi,” ucapnya.

Baca Juga :   Warga Huntara Petobo Keluhkan Pembangunan Huntap

“Nah, nanti piramidanya akan terbalik kalau dulu sampah yang banyak itu ada di TPA, kami berharap kedepannya sampah di TPA akan berkurang atau sedikit karena hanya ada sisa-sisa sampah yang tidak bisa diolah lagi. Selain itu, kami harap 70 persen sampah dapat diolah oleh kelompok-kelompok masyarakat dan menghasilkan pengahasilan bagi masyarakat,” ujar Irmayanti.

Bahkan, kata dia, sekarang dengan hanya mengumpulkan gelas aqua atau gelas plastik minuman  dan menjualnya masyarakat sudah dapat menghasilkan uang, apalagi kalau sampah tersebut sudah diolah. Bukan hanya itu, sampah kertas juga dapat dijual.ULU

Komentar

News Feed