oleh

Segera! PT Vale Bakal Investasi 1,5 Miliar Dollar di Bahodopi

-Ekonomi-dibaca 315 kali

SULTENG RAYA – Perusahaan tambang terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk., segera melakukan ekspansi bisnis di Sulawesi Tengah, tepatnya di Bahodopi Kabupaten Morowali dengan total investasi yang diperkirakan mencapai 1,5 miliar dollar.

Direktur Utama PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, mengatakan, saat ini pihaknya terus merampungkan seluruh dokumen-dokumen penunjang untuk disetujuinya ekspansi tersebut.

Rencananya, kata dia, tahun depan PT Vale siap beroperasi di salah satu daerah ‘surga’ nikel di Sulteng itu.

“Ada beberapa proses yang sudah dijalankan, proses membuat definitif aggrement. Akhir tahun ini, awal Januari harusnya sudah selesai semua PR kita mendetailkan agreement-agreement tersebut dengan pemerintah dan stakeholder,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga :   Bijak Pilih BBM, Bisa Menghemat Hingga Puluhan Juta

Tak hanya sampai pada dokumen perizinan kepada pemerintah, PT Vale bahkan telah melakukan komunikasi intens dengan pelbagai pihak sebagai penunjang keberlangsungan investasi nantinya.

“Kemudian pembicaraan dengan perbankan saat ini berlangsung cukup positif, banyak sekali interest, tinggi sekali interest untuk pendanaan, jadi tidak ada masalah disitu, kita sedang merampungkan segala detilnya, teknikal study-nya, intinya lokasinya berubah ke Samba. Tapi positif progresnya. Kalau Tuhan mengizinkan kita tahun depan grown breaking,” Dirut Febriany.

Sementara itu, Chief Financial Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan, dari estimasi investasi 1,5 miliar dollar tersebut nantinya akan menghasilkan puluhan ribu nikel tipe veronikel.

Namun, kata dia, proyeksi-proyeksi masih belum final, masih akan terus diperbaharui seiring dengan progres lintas sektor yang saat ini sedang terus digenjot.

Baca Juga :   BRI Palu: Semoga Memberikan Layanan Terbaik ke Masyarakat

“Bahodopi sebelumnya kami pernah memberikan ancang-ancang ya, soal apex yang dibutuhkan, namun ini masih perkiraan awal, nanti seiring dengan kemajuan kajian secara teknis dan lingkungan, tentu saja bisa berubah. Jadi Bahodopi angka yang pernah kami sampaikan di kisaran 1,5 milliar dollar untuk membangun smelter untuk memproduksi 73.000 veronikel,” tutupnya. RHT

Komentar

News Feed