oleh

2022, Parmout Terancam Tak Punya Belanja Modal

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) terancam tak memiliki dana belanja modal pada tahun 2022.

Pasalnya, proyeksi anggaran daerah pada APBD Kabupaten Parmout tahun 2022 anggaran untuk belanja modal masih kosong.

Kepala Dinas Keungan dan Pegelolaan Aset Daerah Kabupaten Parmout, Yusrin mengatakan, dalam proyeksi belanja daerah untuk tahun 2022 belanja modal masih kosong. Hal itu disebabkan APBD tahun 2022 lebih banyak terserap untuk belanja pegawai.

“Untuk belanja modal ini belum teranggarkan karena kita ketahui belanja kita terserap dibelanja pegawai,” ujar Yusrin pada rapat pembahasan KUA/PPAS APBD 2022 di gedung DPRD Parmout, Senin (30/8/2021).

Yusrin menyebutkan, total pendapatan pada proyeksi APBD 2022 adalah sebesar Rp1,170 miliar lebih yang terdiri dari PAD, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Baca Juga :   Dinkes Gelar Posbindu Institusi di Parigi Tengah

Untuk PAD ditargetkan sebesar Rp126,484 miliar lebih. Target tersebut kata Yusrin, naik sebesar Rp81 juta lebih dibanding PAD tahun 2021. Selanjutnya untuk dana transfer sebesar Rp1,041 miliar lebih.

“Untuk dana DAK ini belum kami targetkan, nanti kita menunggu hasil dari keputusan APBN. Karena ini memang khusus nanti kita sesuaikan biasanya pada bulan Oktober setelah APBN ditetapkan bersama-sama dengan dana DAU,” jelas Yusrin.

Sementara, untuk target dana desa lanjut Yusrin masih sama dengan tahun 2021 yakni sebesar Rp237,516 miliar lebih. Selanjutnya dana transfer antar daerah berupa dana bagi hasil provinsi dengan Kabupaten Parmout ditargetkan sebesar Rp34,594 miliar lebih, kemudian lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp2,5 miliar.

Baca Juga :   Satreskrim Polres Parmout Bekuk Komplotan Curanmor

Lanjut Yusrin, untuk total belanja untuk tahun 2022 adalah sebesar Rp1,164 triliun lebih terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.

Untuk belanja yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja hibah dan belanja bantuan sosial dianggarkan sebesar Rp817,350 miliar lebih.

Belanja tidak terduga sebesar Rp30 miliar dan belanja transfer sebesar Rp317,513 miliar lebih. Selanjutnya untuk proyeksi pembiayaan daerah yang terdiri penerimaan daerah masih kosong dan pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp5,9 miliar lebih, didalamnya terdapat penyertaan modal sebesar Rp5 miliar lebih sehingga, total pembiayaan sebesar Rp 5,933 miliar lebih. AJI

Komentar

News Feed