oleh

Faperta Untad Lakukan Lokakarya Manajemen Riset

-Kota Palu-dibaca 51 kali

SULTENG RAYA-Fakultas Pertanian (Faperta) Prodi Agroteknologi Untad menggelar “Lokakarya Manajemen dan Pengembangannya Serta Managemen Laboraturium” yang dilaksanakan secara online dan offine, dengan pembatasan peserta serta prokes covid-19, bertempat di salah satu hotel di Kota Palu.

Ketua Panitia Lokakarya, Dr. Rostiati, MP mengucapkan apresiasinya kepada sekitar 300 peserta lokakarya yang berasal dari berbagai daerah diantaranya Jambi, Palembang, Jawa, Sriwijaya, Kalimatan dan Sumatera.

“Lokakarya ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk konsultasi terkait ISO secara langsung dengan kosultan ISO yang telah hadir pada lokakarya yang diadakan secara offline dan online ini. Riset tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya laboratorium yang baik sebagai penunjang publikasi di jurnal nasional/internasional. Kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya kerja dari panitia,” ujar Dr. Rostiati, Senin (30/8/2021) pagi.

Baca Juga :   Wawali Kota Palu Laporkan Silacak Sulit Diakses

Pada kesempatan yang sama Dr. Rustam Abdul Rauf, SP.MP mewakili Dekan Fakultas Pertanian menuturkan, bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan mengingat Untad menjadi pemenang PPKM salah satunya Prodi Agroteknologi.

“Kegiatan ini sangat menarik, tentunya riset membuat kita mengetahui bagaimana melakukan penelitian di Lab Faperta, dan melalui bidang umum dan keuangan mendukung untuk riset pada tahun ini dengan anggaran sebesar Rp. 640 juta untuk riset yang rencananya sebesar Rp. 500 jutaan untuk penelitian/pengabdian tahun depan,”ujar Dr. Rustam.

Sementara tahun ini katanya, aktivitas akan dianggarkan untuk kebutuhan lab, namun masih terkedala dengan pandemi sehingga perlu dilakukan secara daring.

Kemudian Ketua Tim PKKM, Dr. Aiyen M SC yang diwakili Dr. Irwan Lakani menyampaikan, bahwa melalui narasumber peserta akan belajar bagaimana manajemen riset dan lab, agar terakreditasi ISO dan terkait manajemen laboratorium ISO No.17025.2017 serta berkatian dengan pengembangan lab dan riset.

Baca Juga :   PKM STIKES WN Palu Latih Pembuatan Ecochair kepada Warga Tondo

Pada kesempatan lainnya. Dr. Lukman Nadjamuddin, MHum selaku Wakil Rektor bidang Akademik menuturkan bahwa Agroteknologi menjadi salah satu prodi yang terpilih untuk lolos proposal bersama 5 prodi Untad lainnya.

Sejak diluncurkan Program Kampus Merdeka, sesuai peraturan bagi mahasiswa dapat memanfaatkan satu sampai enam semester untuk berkuliah di prodi berbeda, ataupun perguruan tinggi yang sama ataupun berbeda, serta dapat mengikuti magang di perusaahna swasta berdasarkan 8 pilar kampus merdeka.

Namun katanya, program Kampus Merdeka tidak serta merta diberikan kepada pihak kampus, tetapi Kampus harus membuat proposal untuk dinilai kredibilitasnya. “Alhmadulillah Untad mendapat dan lolos pada 5 prodi (Biologi/FMIPA, Agroteknologi/Faperta, Teknik Sipil/Fatek, Fisika/Fkip dan Akuntansi/Fekon),”ujarnya.

Baca Juga :   Ketua TP-PKK Sulteng Kunjungi Korban Banjir Desa Rogo

Prodi Agroteknologi katanya, memliki SDM yang luar biasa dedikasinya mengawal dan membuat proposal. Lokarya ini salah satu programnya. “ Lokakarya hari ini, tidak hanya sebagai media resonasi. Prodi Agroteknologi harus menjadi lokomotif agar menarik Prodi lain untuk managemen riset dan lab, sehingga bisa bersama-sama bergerak dengan prodi lain. Lab dan riset merupakan dua bagian yang tidak bisa dipisahkan. Laboraturium di kampus harus baik karena sebagai simbol kemajuan peradaban kampus,” jelas Dr. Lukman

Kegiatan ini sendiri diisi oleh dua narasumber, sesi I yang dibuka oleh Narasumber  Dr. Berry Juliandi, S.Si., M.Si (Dekan FMIPA IPB dan Anggota Akademi lmuwan Muda Indonesia (ALMI) kemudian dilanjutkan dengan narasumber sesi lI oleh Yunus Septi (Konsultan ISO). */ENG

Komentar

News Feed