oleh

Nasabah Bank Mandiri Kian Melek Transaksi Non Tunai

-Ekonomi, Kota Palu-dibaca 183 kali

SULTENG RAYA  – Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung kurang lebih dua tahun.

Dengan pembatasan kontak dan aktivitas secara tatap muka seketikan berubah menjadi serba digital, tidak terkecuali pada sektor perbankan.

PT Bank Mandiri (Persero) Area Palu merasakan betul hal tersebut. Selaras dengan intensitas sosialisasi terhadap layanan non tunai milik perseroan, pergeseran kebiasaan tersebut membuat nasabah-nasabah Bank Mandiri, khususnya di Area Palu menjadi melek getol memanfaatkan layanan transaksi non tunai.

Area Transaction & Funding Manager PT Bank Mandiri Area Palu, I Made Suwastika, mengatakan, transformasi menuju transaksi digital sejatinya sudah menjadi keinginan perbankan sejak dulu.

“Adanya pandemi justru menjadi lebih mudah karena sebagian besar nasabah Bank Mandiri didorong untuk melakukan transaksi non tunai. Bagaimana cara peredaran uang tunai itu dipergunakan lebih sedikit dan semua orang diharapkan memilih untuk bertransaksi melalui sistem uang elektronik atau e-money,” tuturnya kepada Sulteng Raya, Ahad (29/8/2021). Transaksi digital di masa sekarang ini, kata Made, lebih aman dan memperkuat upaya mitigasi masyarakat terpapa Covid-19. Demi kesehatan nasabahnya, Bank Mandiri punya komitmen kuat memberikan layanan terbaik dari produk-produk digitalnya pada transaksi dasar perbankan yang sering dilakukan nasabah sehari-hari.

Baca Juga :   Mendagri Sarankan Sulteng Genjot Sektor Pertanian dan Perikanan

“Layanan berbasis teknologi informasi seakan menjadi gaya hidup baru masyarakat dan menjadi tuntutan dasar demi memuaskan seluruh urusan para nasabah. Mungkin tidak pernah terpikirkan kegiatan transaksi perbankan dilakukan melalui media sekecil smartphone,” ujarnya.

Made berujar, sejak 2014 nasabah bank sudah tumbuh 2,5 kali lebih besar atau mencapai 32 persen.

“Dari keseluruhan populasi masyarakat sudah dapat mengakses layanan perbankan. Sekarang sesuai target Bank Mandiri secara nasional pengguna kurang lebih sekitar 70 persen telah bertransformasi ke segmen digital dan sisanya hampir 30 persen akan kita tingkatkan lagi,” tutupnya. RHT

Komentar

News Feed