oleh

Belasan Tahun Tidak Teratasi, PT Vale Selesaikan Masalah Sampah di Danau Matano dalam Sehari

-Ekonomi-dibaca 234 kali

SULTENG RAYA – Danau Matano di Kecamatan Sorowako, Kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu danau kebanggaan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata berskala domestik, nasional, bahkan internasioal.

Namun sekelumit masalah sampah menjadi ‘batu sandungan’ merealisasikan Danau Matano sebagai pusat wisata yang akan membangkitkan ekonomi warga sekitar hingga sumbangsih terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur, Andi Tabbacina, mengatakan, permasalahan sampah di Danau Matano telah terjadi selama belasan tahun.

Hal itu terus terjadi secara terus menerus dan menjadikan Pekerjaan Rumah (PR) tersendiri bagi pemerintah agar mengatasi permasalahan sampah tersebut.

“Ada PR  yang sangat besar disini. Belum juga dapat diatasi selama belasan tahun,” katanya, Kamis (26/8/2021).

Dia mengatakan, Danau Matano menjadi kawasan pelestarian alam yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan rekreasi alam di Provinsi Sulsel.

Baca Juga :   Pasca Rights Issue Aset BRI Akan Jadi yang Terbesar

“Namun, danau kebanggaan kita ini sedang sakit, karena dalam masalah mulai dari kerusakan Daerah Tangkapan Air (DTA), kerusakan sempadan danau, kerusakan perairan danau, serta risiko bencana,” tuturnya.

Itulah sebabnya ekosistem air di Danau Matano memberikan dampak negatif terhadap kehidupan biota air dan kesehatan manusia, juga mengurangi estetika lingkungan.

Oleh sebab itu, pemerintah melakukan upaya-upaya strategis dengan merangkul PT Vale Indonesia Tbk., dan stakeholder lainnya melakukan kampanye pengelolaan sampah di Danau Matano, Desa Malili, Kecamatan Sorowako, Kabuaten Luwu Timur.

Kolaborasi itu nyatanya membuahkan hasil yang sangat signifikan. Berkat PT Vale dengan sejumlah armada alat berat yang diterjunkan langsung dalam proses pengangkutan sampah, sebanyak 27 ton sampah berhasil diangkut hanya dalam rentang waktu hanya sehari setelah pelaksanaan seremonial kick off kampanye pengelolaan sampah, tim langsung bergerak melaksanakan tugas itu.

Baca Juga :   Telkomsel Pastikan Kesiapan Jaringan Broadband dan Layanan Digital Terdepan

Direktur External Relations and Corporate Affair, Endra Kusuma menuturkan, PT Vale senantiasa mendukung upaya dalam peningkatan kualitas lingkungan di wilayah operasi PT Vale.

Dia memaparkan, diperlukan kolaborasi bersama dalam menyelesaikan masalah sampah yang ada, khususnya di sekitar Danau Matano, hal tersebut juga mengacu pada Perpres RI nomor 60 tahun 2021 tentang penyelamatan Danau Prioritas Nasional, dimana Danau Matano masuk salah satu dari 15 danau prioritas yang perlu dijaga dan diselamatkan.

“Perlu koordinasi, sinergi dalam menyusun perencanaan dan menindaklanjuti upaya penyelamatan danau serta peningkatan kualitas lingkungan khususnya di pesisir danau Matano. Ada nilai perusahaan yang terus kami jalankan dan kembangkan, yakni “Respect Our Planet and Communities”,”paparnya.

Baca Juga :   Kalla Toyota Janjikan Banyak Keuntungan Hingga Akhir September

PT Vale, kata dia, sangat peduli dan mendukung upaya pelestarian lingkungan,serta senatiasa menghormati masyarakat dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Kemudian, hasil kegiatan kampanye pengelolaan sampah di Danau Matano berhasil mengumpulkan puluhan ton sampah basah. Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan escavator dan  truk pengangkut sampah yang disiapkan oleh PT Vale Indonesia, Tbk.

Sampah yang berhasil dikeruk dari dermaga Sorowako terdiri sampah plastik, limbah kayu dan endapan lumpur yang tertumpuk dilokasi tersebut selama 3 tahun.

Selanjutnya sampah dibawah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Inalahi milik PT Vale Indonesia Tbk. Dilanjutkan dengan peninjauan ke bank sampah di Desa Magani.RHT

Komentar

News Feed