oleh

Rektor Ajak Generasi Muda Dalami Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

-Pendidikan-dibaca 55 kali

SULTENG RAYA-Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr Rajindra SE., MM mengajak generasi muda mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan idiologi bangsa.

Dengan begitu diharapkan generasi muda tidak mudah terpengaruh hasutan kelompok-kelompok yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Kata rektor, sebagimana amanat Presiden Jokowi (Selasa, 1/6/2021) dalam upacara hari Kesaktian Pancasila mengatakan,  tantangan yang dihadapi Pancasila kini tidaklah semakin ringan, globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, malahan harus diwaspadai meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi.

Begitu juga dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi landscap kontestasi ideologi. Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berintaraksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara. Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat.

Baca Juga :   4 Oktober, Unismuh Palu Terapkan Kembali PTM

“Dengan demikian, pengaruh  idiologi-ideologi yang dapat merusak generasi muda, merusak persatuan bangsa yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila tentu juga akan semakin mudah masuk merambah di berbagai plosok tanah air, inilah tantangan yang semakin berat,”ujar rektor, belum lama ini.

Olehnya, Pancasila kata rektor yang sudah final sebagai falsafah idiologi bangsa sebagaimana kesepakatan para pendiri bangsa ini harus terus dijaga dan dirawat, tidak hanya sekadar sebagai hiasan bibir untuk mengucapkan melainkan dalam praktek pengamalan nilai-nilai yang ada dalam sila Pancasila itu.

Sebagaimana diketahui kata rektor, generasi muda menjadi sasaran paling mudah untuk disusupi paham-paham idiologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, semisal paham radikal yang tidak bisa menerima perbedaan pandangan, sehingga kerap terjadi benturan hanya karena perbedaan pandangan.

Baca Juga :   Siswi SMPN 1 Palu Juara Satu Turnamen Taekwondo Nasional Indonesia Timur

“Padahal jika memahami dengan baik nilai-nilai Pancasila di setiap silanya, maka perbedaan-perbedaan pandangan itu, perbedaan suku, agama, organisasi, dan Politik tidak menjadi masalah, karena toh memang bangsa ini dibangun atas perbedaan-perbedaan itu, malah itulah kekuatan bangsa ini yang sebenarnya,”sebut rektor.

Selanjutnya kata rektor, lembaga pendidikan juga harus ikut andil dalam memberikan pemahaman nilai-nilai Pancasila itu. “Kalau kita (Unismuh Palu) sudah tentu memiliki banyak wadah untuk menanamkan itu, rasa nasionalisme, kebangsaan, memahami khebinakaan, itu sudah menjadi tuntutan untuk diberikan ke mahasiswa,”jelas rektor.

Memang kata rektor, kondisi saat ini ada perbedaan dari zaman Orde Baru, dimana zaman itu ada Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang sekarang sudah hilang. Hal ini banyak terlihat jika dulu ditanya lima sila Pancasila bisa dipastikan orang sudah hafal. “Sekarang sudah banyak yang tidak hafal, tentu ini sangat disayangkan,”ujarnya. Namun katanya, bukan berarti tanpa P4 generasi bangsa akan kehilangan jiwa Pancasilanya, itu tergantung dari orangnya sendiri, sebab masih banyak wadah yang bisa mereka manfaatkan untuk memahami nilai-nilai luhur dari Pancasila itu untuk menyelamatkan dirinya dari pengaruh idiologi asing yang merusak itu.ENG

Komentar

News Feed