oleh

Wakil Rektor UIN Datokarama Akui Perkuliahan Virtual Belum Maksimal

-Pendidikan-dibaca 144 kali

SULTENG RAYA- Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Dr. Abidin Djafar, S.Ag. M.Ag, mengakui jika dua tahun terakhir ini, kondisi perkualihan seraca online (virtual) tidak maksimal, karena ada sejumlah faktor menjadi penghambat.

Diantaranya adalah kualitas jaringan, kouta data yang dimiliki mahasiswa, kualitas Hp, serta kemampuan pemahaman IT mahasiswa.

Akibatnya, capaian pembelajaran khususnya mahasiswa di bawah semester tiga hanya 50 persen, namun untuk semester tiga ke atas capaiannya mencapai 75 persen.

Artinya kata Warek, capaian pembelajaran itu bisa jadi erat kaitannya dengan kemampuan IT mahasiswa, serta adaptasi dengan pembelajaran di perkuliahan. Mengingat yang dibawah semester tiga adalah mereka-mereka yang baru saja keluar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, mereka masih sementara beraptasi dengan sistem pembelajaran di dunia kampus, tiba-tiba diperhadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan semuanya menggunakan virtual atau online.

Baca Juga :   36 Mahasiswa KPI FAI Unismuh Palu Turun Magang

Sekalipun katanya, pihak universitas telah berupaya semaksimal mungkin, memaksimalkan perkuliahan secara virtual itu dengan menggunakan berbagai macam aplikasi yang dinilai memudahkan mahasiswa, bahkan telah melakukan workshop pelatihan IT untuk pembelajaran. Tapi kenyataannya mahasiswa tidak mampu mengikuti irama tersebut.

Tetapi katanya, pihak universitas tidak kehabisan cara agar materi mata kuliah itu bisa sampai kepada mahasiswa, seperti dengan cara menginstruksikan kepada seluruh dosen mata kuliah untuk melakukan prin out materi-materi mata kuliah yang diampuh, sehingga mahasiswa yang kesulitan menerima materi mata kuliah secara online, sekalipun sudah ada di aplikasi, mereka bisa tetap mendapatkan dengan cara menghubungi atau mendatangi dosen mata kulaihnya, mengambil hasil dari prin out tersebut.

Baca Juga :   Dekan FKIP Untad Ajak Dosen Berikan Pelayanan Maksimal Bagi Mahasiswa

“Sehingga kondisi seperti itu, dipastikan menurunkan kualitas, namun kita juga harus memahami, bahkan kondisi ini memang jauh dari kondisi normal, makanya kita tidak bisa melihat dan menilai dengan cara kondisi normal,”ujar warek. Kamis (26/8/2021).

Atas kondisi tersebut, Warek katanya telah mengingatkan kepada para dosen, agar saat menilai dan memberikan penilaian kepada mahasiswanya mengedepankan kemanusiaan. Karena kondisi saat ini memaksakan semua orang, harus meninggalkan kebiasaan normal.

“Kalau mahasiswa sudah diberi beberapa solusi cara pembelajaran, dan ternyata tidak bisa diikuti, ya silahkan sifat manusiawi dosen menerima mahasiswa seperti itu. Karena toh mahasiswanya juga sudah berusaha,”ujarnya lagi.

Ia hanya bisa berharap, kondisi pandemi Covid-19 segera berlalu, agar kondisi perkuliahan kembali normal sebagaimana semestinya, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di bumi Tadulako ini. ENG

Komentar

News Feed