oleh

PERINGATI DIES NATALIES KE 40, Fakultas Pertanian Untad Gelar Webinar Nasional

-Pendidikan-dibaca 78 kali

SULTENG RAYA-Dalam rangka memperingati Dies Natalies ke 40, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako selama 2 hari (25 – 26 Agustus 2021) menggelar Webinar Nasional dengan mengangkat tema “Bersinergi dan Berinovasi untuk Pertanian Berkelanjutan” yang digelar secara online melalui zoom meeting serta offline dengan kapasitas terbatas/ketat dengan protocol covid 19 bertempat di salah satu hotel di Kota Palu.

Dalam laporannya, Dr. Ir. Rois Hasdi MP selaku ketua panitia acara menuturkan bahwa webinar kali ini diikuti berbagai perguruan tinggi serta instansi pemerintah terkait dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk hari pertama terdapat lima pemateri mulai dari birokrat, peneliti dan akademisi. Sedangkan untuk hari kedua terdapat tiga pemateri yang berasal dari Dekan Pertanian UGM, Rektor IPB serta Gubernur Sulawesi Tengah.

Pendaftar yang sedang mengikuti acara ini via online sekitar 600 orang lebih berasal dari berbagai akademisi perguruan tinggi, instansi dan lembaga peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya Universitas Tanjung Pura – Pontianak, Universitas Sriwijaya – Palembang, Universitas Samratulangi – Manado, Universitas Patimura – Ambon, Universitas Pancasakti – Bali, UNS, Universitas Nahdatululama Jogjakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhamadiyah Mamuju, Universitas Mataram, Universitas Sumatera Utara, Unhas, UGM, Universitas Ambon dan lain-lain.

Baca Juga :   PTM di FAI Unismuh Palu Tunggu Izin PP Muhammadiyah dan Universitas

Katanya, terdapat juga Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Sulteng dan Kota Palu dan Dinas Lingkungan Hidup Sulteng. “Pada Webinar kali ini, kami mengusung tema “Bersinergi dan berinovasi Untuk Faperta yang Berkelanjutan” yang akan dilaksanakan selama dua hari,” ujar Dr. Rohis.

Pada kesempatan yang sama,  Dr. Ir. Abdul Rahim ST, MP, IkA selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Faperta dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

“Kami dari Faperta Untad mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemateri. Semoga webinar ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi serta manfaat kepada sektor pertanian,”ujarnya.

Di hari kedua (26/8) Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Faperta atas Dies Natalies ke 40. “ Saya memberikan apresiasi sebesar besarnya kepada Dekan Faperta beserta seluruh jajarannya yang telah menyelenggarakan acara ini dalam rangka Dies Natalies Faperta ke 40. Sejak Untad mulai resmi berdiri, Faperta  bersamaan dimasukan sebagai salah satu Fakultas awal untuk syarat menjadi perguruan tinggi resmi,”kenang rektor.

Baca Juga :   1.376 Mahasiswa Untad Siap Ikuti KKN -96

Tema yang diusung panitia terkait potensi sektor pertanian Sulteng kata rektor, sangat menarik dan menantang. Apalagi Gubernur Sulteng melalui forum tersebut juga menyampaikan gagasan serta potensi yang dimiliki Sulteng, sehingga menjadi peluang yang baik untuk Faperta terkait apa yang akan disampaikan gubernur nantinya.

“Potensi Sulteng begitu melimpah dengan SDA di sektor pertanian. Namun potensi SDA tidak cukup sehingga perlu untuk menyiapkan SDM dan inovasi untuk mengelola SDA kita. Sektor pertanian adalah sektor yang penuh dengan potensi,” papar Prof. Mahfudz.

Dikesempatan lainnya Dekan Fapetkan Untad, Dr. Ir. Muhardi, M.Si selaku menuturkan track record Fapetkan sejak awal diresmikan hingga saat ini. Ia mengatakan, Fakultas Pertanian merasa memiliki andil dalam memajukan sektor pertanian di Sulawesi Tengah dari sisi teknologi dan SDM.

Baca Juga :   SMA Negeri 3 Palu Siap PTM

Saat ini FAPERTA Untad telah meluluskan 10.600 Alumni yang tersebar di Seluruh Indonesia bahkan Mancanegara seperti Australia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Timur Leste. Dari mereka ada orang Indonesia yang berkarir disana dan juga masyarakat asli dari negara-negara tersebut.

40 tahun Faperta telah mengalami 2 kali pemekaran  fakultas, dimana Fakultas Kehutanan pada tahun 2010 dan Fakultas Peternakan dan Perikanan pada tahun 2013. “Kami tengah mengusulkan Fakultas Teknologi Pertanian dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan dapat terwujud dalam waktu dekat. Konsep pertanian berkelanjutan adalah suatu keharusan meskipun SDA masih besar di sini tapi dengan kebutuhan yang juga kian meningkat, maka SDA bisa cepat habis,” jelas Dr. Muhardi. ENG

Komentar

News Feed