oleh

Brimob Sulteng Gerak Cepat Tenangkan Warga

SULTENG RAYA – Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) kembali diguncang gempa, Kamis (26/8/2021) siang pukul 10:36 wita.

Gempa ini berada pada kedalaman 10 km berkekuatan 5.8 magnitudo (59 km timur laut Tojo Una-Una).

Gempa yang cukup terasa getarannya tersebut, kemudian ditanggapi oleh gerak cepat Kompi 3 Batalyon B Pelopor yang bermarkas di Kabupaten Touna.

Satu tim patroli langsung bergerak ke pemukiman-pemukiman warga dengan dipimpin langsung oleh Danki 3 Batalyon B Pelopor Iptu Achsan Sule, SH.

Pada pemukiman-pemukiman warga tersebut, Iptu Achsan dan anggotanya memberikan imbauan kepada warga agar tidak panik serta tidak termakan isu menyesatkan dan bijak dalam menyaring informasi.

“Warga Touna sendiri sudah memahami apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi. Kami menghimbau warga agar tidak panik serta menghindari isu-isu menyesatkan dan hanya mempercayai sumber informasi resmi seperti BPBD, pemerintah desa, pemda, serta TNI-Polri,” ujar Iptu Achsan.

Baca Juga :   Polres Touna Gelar FGD untuk Memutus Matarantai Covid- 19

Menurut PID Kompi 3 Batalyon B Pelopor, gempa tersebut juga memakan korban seorang anak di Kelurahan Bailo yang meninggal dunia akibat tertimpa tembok yang ambruk.

Di tempat terpisah, Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol Joko Sulistio, SIK, MH mengapresiasi gerak cepat bawahannya. Ia juga berharap, agar Kompi 3 Batalyon B Pelopor terus menjaga kesiapsiagaan baik personel hingga sarana pendukung. Hal ini dimaksud agar bantuan kemanusiaan bisa segera hadir saat dibutuhkan.

“Kita sudah belajar dan mengalami bagaimana rasanya musibah besar (merujuk gempa dan tsunami 2018). Untuk itu personil dan peralatan pendukung harus segera siap. Tentukan SOP sesuai karakteristik sosial dan wilayah. Brimob harus senantiasa siap jadi first responder dalam bencana, kita utamakan keselamatan warga sebagai ladang ibadah,” tegas Dansat Brimob saat memberikan instruksi pada para perwira jajarannya.

Baca Juga :   Polres Touna Gelar FGD untuk Memutus Matarantai Covid- 19

Diketahui, berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di Bandung, wilayah Kabupaten Tojo Una-Una umumnya merupakan pegunungan dan perbukitan landai hingga terjal dan sebagian merupakan pedataran. Daerah ini tersusun oleh bantuan berumur Pra Tersier yang terdiri dari batuan metamorf dan meta sedimen, Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api, serta Endapan Kuarter dari endapan aluvial dan rombakan dari batuan sekitarnya.

Kalau BMKG menyebut batuan keras, PVMBG mengatakan ketiga jenis batuan telah mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu berpotensi juga terjadi gerakan tanah atau longsoran oleh gempa kuat atau curah hujan tinggi. */YAT

Komentar

News Feed