oleh

Masker Tidak Dianjurkan Digantung Secara Terbuka

-Kesehatan-dibaca 78 kali

SULTENG RAYA – Di masa pandemi Covid-19, masker menjadi elemen penting di kalangan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tak ayal, masker kini menjadi gaya hidup. Salah satunya dengan mengkombinasikan masker dengan gantungan.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Founder Sobat Diabet, dr Rudy Kurniawan, mengatakan, sejauh ini, hal itu tidak direkomendasikan.

Sebab, kata dia, menggantung masker hanya akan memicu faktor lain yang membuat masker menjadi malfungsi dan memicu penyakit lain dalam tubuh, lantaran ketika menggantung masker secara terbuka akan rentan terpapar debu, bahkan virus.

“Yang pertama, masker medis maupun kain, dianjurkan empat sampai enam jam. Dan itu harus diganti, masker kain harus dicuci,” katanya dalam webinar #UntukJurnaliID “Tips Hidup Sehat Pasca Pemulihan Covid-19”, diselenggarakan oleh AJI dan Maverick yang di persembahkan oleh Nutrifood, Kamis (26/8/2021).

Baca Juga :   Dompet Dhuafa Bantu Pasien Isoman Lewat Program APDC

“Terkait dipakai dengan gantungan, itu sebenarnya tidak direkomendasikan karena dengan menggantung masker, itu terbuka maskernya yang bagian dalam dan terpapardebu dan lain sebagainya, jadi tidak bersih lagi. Kalau mau dibuka, sebaiknya di lepas dan ditutup,” ujarnya menambahkan.

Ia pun mengakui bahwa, hal itu telah menjadi gaya hidup masyarakat. Namun, menjadi tugas bersama yang telah memahami tidak baiknya hal tersebut, sebaiknya melakukan sosialisasi personal kepada kawan, keluarga, lingkungan untuk tidak menjadikan masker digantung menjadi gaya hidup.

“Masker bagian penting selama masa pendemi. Kita terus menggalakkan kampanye protokol kesehatan. Kami mengikuti anjuran pemerintah saat ini yang merekomendasikan untuk memakai masker dua lapis dengan ketentuan rentang waktu hingga enam jam tersebut,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed