oleh

Evakuasi Risky Terkendala Cuaca

-Kota Palu-dibaca 291 kali

SULTENG RAYA – Evakuasi Risky pendaki gunung Nokilalaki yang hilang sejak Ahad (22/8/2021) kemarin menuju perkampungan terpaksa dihentikan akibat terkendala cuaca.

Saat ini tim evakuasi terpaksa memutuskan untuk berkemah karena kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Pantauan Sulteng Raya dari Posko induk Tim SAR di Balai Desa Sopu, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Tim evakuasi lapangan melaporkan ke posko induk sekira pukul 14.37 wita, telah menemukan korban tidak jauh dari lokasi yang diinformasikan warga.

Dari laporan salah seorang tim evakuasi, Daryodi menjelaskan, korban ditemukan dengan kondisi lemas dan kelaparan.

“Lapor, korban telah ditemukan dengan keadaan lemas. Saat ini korban sedang makan, kondisi hujan sangat deras, sehingga kami memtuskan untuk berteduh dan akan melanjutkan perjalanan ke perkampungan setelah situasi memungkinkan,” jelas Daryodi Mitra Polhut Balai Besar Tanaman Nasional Lore Lindu melalui handy talky.

Lebih lanjut kata dia, posko induk kembali menerima laporan dari tim evakuasi seru 1, bahwa tim evakuasi secara keseluruhan memutuskan untuk bertahan/bermalam di titik koordinat yang telah dikirimkan, karena kondisi dan situasi serta cuaca sangat buruk.

Baca Juga :   Ketua TP-PKK Sulteng Kunjungi Korban Banjir Desa Rogo

Selain itu, tim seru satu juga meminta bantuan dengan perlengkapan obat-obatan tiga buah tenda kapasitas empat orangshee, lima fly sheet dan logistik.

Menerima laporan tersebut, para relawan segera membentuk tim untuk mengirim logistik dan bantuan sesuai kebutuhan tim evakuasi yang sedang bertahan di hutan.

Sebelumnya, korban bersama tujuh orang temannya melakukan kegiatan pendakian di Gunung Nokilalaki pada Sabtu 21 Agustus 2021.

Salah seorang teman korban, Valid Garda Negara menjelaskan, pada Ahad 22 Agustus 2020, mereka berjumlah delapan orang kemping di pos satu Gunung Nokilalaki, pada pukul 09.00 Wita, enam orang melanjutkan perjalanan ke puncak.

“Tetapi dua orang teman saya tidak mampu melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk kembali ke Pos Satu. Sampai di pos Satu mereka bertemu korban dan salah satu teman yang diberi tugas untuk memasak di pos Satu,” ucapnya.

Baca Juga :   30 Mahasiswa UIN Datokarama Palu Diedukasi Bahaya Narkoba

Namun, secara tiba-tiba korban langsung berubah pikiran dan memutuskan untuk melakukan menyusul empat orang temannya ke puncak. Hanya berbekal satu botol air mineral dan satu saset beng-beng korban menyusul temannya ke Puncak.

“Sekitar pukul 08.00 keempat teman korban telah tiba di pos satu, dan ternyata korban tidak bersama mereka. Setelah menunggu beberapa jam kami memutuskan untuk turun ke bawah melaporkan ke warga bahwa teman kami hilang,” jelasnya. ADK

Komentar

News Feed