oleh

Empat Karang Taruna Desa Dapat Penghargaan Bupati Banggai

-Kab. Banggai-dibaca 59 kali

SULTENG RAYA – Bupati Banggai, Amiruddin menyerahkan Piagam Penghargaan kepada empat Karang Taruna Desa di Ruang Rapat khusus Pemda, Selasa 24/8/2021).
Empat Karang Taruna itu dinilai paling inovatif, kreatif, inspiratif, dan replikatif yang berada di Kabupaten Banggai.

Keempat Karang Taruna tersebut masing-masing Karang Taruna Desa Polo Kecamatan Bunta sebagai Karang Taruna yang Paling Replikatif, Karang Taruna Desa Sumberharjo Kecamatan Moilong sebagai Karang Taruna yang Paling Inovatif, Karang Taruna Desa Tengeban Kecamatan Masama sebagai Karang Taruna yang Paling Kreatif dan Karang Taruna Desa Tanah Abang Kecamatan Toili sebagai Karang Taruna yang Paling Inspiratif.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai berharap agar hal ini bisa dipertahankan, dan kedepannya, Karang Taruna bisa menjadi ujung tombak dalam segala aktivitas yang ada di desa dan kecamatan.

Baca Juga :   Polres Banggai Bagi-Bagi Stiker dan Masker

Sehubungan dengan pandemi Covid-19, Bupati menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Banggai masuk PPKM Level 4.

Menurut Bupati, saat ini memang tren penyebaran Covid di Banggai menurun,
tapi bila dibandingkan dengan kabupaten lain se-Sulawesi Tengah kata Bupati, kita masih tertinggi.

Oleh sebab itu, Bupati Amiruddin mohon kepada Kepala Desa dan para Karang Taruna supaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada setiap masyarakat agar mereka senantiasa mengikuti protokoler kesehatan.

“Tidak perlu terlalu khawatir, karena Covid itu bisa sembuh sepanjang kita menjaga protokoler kesehatan. Yang paling berdampak adalah anak-anak muda. Prosentase kematian yang kita lihat di Kabupaten Banggai itu adalah orang tua, yakni umur 50 tahun keatas, apalagi kalau punya penyakit bawaan,” kata bupati

Baca Juga :   Polisi Imbau Pemilik Bengkel Tak Layani Pemasangan Knalpot Bogar

Adapun yang 40 tahun keatas itu sangat sedikit. Padahal kalau dilihat, kata Bupati, orang-tua kita, jarang keluar.

“Tapi anak-muda ini, karena kondisi fisiknya bagus, mereka tidak merasa bahwa sudah kena virus Corona, akhirnya bergaul dengan orang-tuanya, dan kena. Yang terparah adalah, ketika dia terpapar, mereka malu untuk menyampaikan bahwa telah terinfeksi virus Covid. Nanti sudah parah, sudah sesak nafasnya, baru menyampaikan,” lanjut Bupati.
Bipati juga mengungkap, rata-rata yang meninggal di Rumah Sakit adalah yang saturasinya dibawah 50, akhirnya sudah tidak tertolong. Padahal anjuran pemerintah, apabila saturasi barada dibawah angka 95, itu harus sudah masuk Rumah Sakit.

Tapi karena malu dan berpikir bahwa seakan-akan itu aib, akhirnya tetap berada di rumah saja.

Baca Juga :   Remaja Pembawa Puluhan Liter Miras Ditangkap Polisi

“Jangan malu. Ini bukan aib,” tegas Bupati.

“Inilah harapan saya kedepan, agar Karang Taruna, tunjukkan pada masyarakat bahwa Anda itu sebagai duta pemberi informasi tentang virus ini kepada masyarakat. Begitu juga untuk para Kepada Desa, untuk aktif mencanangkan pematuhan protokoler kesehatan, utamanya masker,” kata Bupati mengakhiri sambutannya.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa Dinas PMD Kabupaten Banggai Retno Ridhawati, S.STP diawal kegiatan menyebutkan, bahwa pemberian penghargaan ini merupakan hasil dari pelaksanaan kegiatan Bursa Inovasi Karang Taruna Tahun 2021.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kabupaten Banggai Drs Amin Djumail, Kabag Prokopim Ferry R. Ledder, S.IP dan para Kepala Desa dari masing-mashing desa yang mendapatkan penghargaan.*/REY

Komentar

News Feed