oleh

DUGAAN PENYEROBOTAN LAHAN, DPRD Morowali Bakal Tindaklanjuti Aduan Warga

-Kab. Morowali-dibaca 153 kali

SULTENG RAYA – Sejumlah perwakilan warga Desa Trans Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali mengadukan permasalahan kepada Wakil Ketua I DPRD Morowali, Syarifudin Hafid soal adanya dugaan penyerobotan lahan milik warga Trans Desa Lanona oleh perusahaan sawit.

Lima orang perwakilan warga yakni Nuryazin, Sukani, Maman, Yusepena dan Aan, yang diterima langsung Wakil Ketua I DPRD Morowali Syarifudin Hafid, di ruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

Dalam penyampainnya, Syarifudin Hafid merespon keluhan warga terkait dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Lambang Agro, dan berjanji akan segera mengundang pihak perusahaan untuk diminta penjelasan.

“Tentunya kami dari DPRD juga akan mendengarkan klarifikasi dari pihak perusahaan, karena kami hanya memediasi, selanjutnya Pemda yang akan mengeksekusi nantinya, tadi warga sudah menyampaikan, katanya sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, namun tidak ada titik temu, sehingga hari ini (Senin kemarin) mereka datang mengadu ke DPRD, kita akan segera agendakan secepatnya agar permasalah ini bisa secepatnya diselesaikan,” ujar Syarifudin.

Baca Juga :   Ketua TP-PKK Morut Bantu Korban Banjir di Mondowe

Sementara, salah seorang perwakilan warga, Sukani mengaku, sudah sejak tiga tahun lalu lahan mereka diserobot oleh PT Lambang Agro. “Pernah dilakukan sosialisasi, tapi hanya pemberitahuan bahwa pihak perusahaan mau melakukan aktifitas dengan pembagian hasil sawit 60 : 40, kami tidak bersedia dan ketika rapat di Balai Desa, warga Desa Lanona tidak secara keseleruhan diundang, hanya beberapa perwakilan warga saja yang diundang dan Pak Kades yang hadir,” jelasnya.

Untuk itu ia meminta agar lahan warga yang sudah digusur oleh PT Lambang Agro dikembalikan, karena lahan itu sudah bersertifikat. “Kalau sertifikat sudah ada duluan, kemudian perusahaan menanam sawit di lahan milik warga, maka warga berharap lahan tersebut harus dikembalikan kepada kami, dan tidak ada pembagian 60:40 yang ditawarkan pihak perusahaan untuk pola bagi hasil penanaman kelapa sawit kepada warga Desa Trans Lanona,” tegas Sukani. BMG

Komentar

News Feed