oleh

Untad Telah Lakukan Pembekalan ICT

-Pendidikan-dibaca 54 kali

SULTENG RAYA- International Office Untad, telah melaksanakan Pembekalan Program Transfer Kredit International antara Untad dan Walailak University- Thailand, Jumat (23/07/2021), di Ruang International Office Untad.

Pembekalan ini diikuti oleh 10 Mahasiswa yang berhasil lolos mengikuti program tersebut, dari Prodi Bahasa Inggis Untad.

Dimana sebelumnya, Untad melalui international office telah  mendapatkan program bantuan berupa International Credit Transfer (ICT) atau Transfer Kredit Intemational dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti), program tersebut merupakan bagian dari program Merdeka Belejar Kampus Merdeka (MBKM).

Sekretaris International Office Untad, Elisa Sesa, M.SL,Ph.D dalam materinya menuturkan tentang budaya akademik yang harus dimiliki mahasiswa yang mengikuti Program Transfer Kredit kerjasama antara Untad dan Walailak University-Thailand itu.

Katanya, mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini nantinya harus memiliki 3 hal, diantaranya Kerajinan, Sikap (attitude) serta Ketepatan Waktu.

Selain itu, mahasiswa harus berkomitmen untuk benar-benar memperhatikan materi yang diberikan selama mengikuti program ini. “Kemudian jangan ragu untuk memberikan pertanyaan jika anda tidak mengerti, serta jangan takut salah karena setiap dari anda masih dalam proses belajar,” pesan Elisa.

Baca Juga :   Birokrasi Diharap Bisa Realisasikan Tuntutan Mahasiswa Fatek Untad

Sementara itu, Kepala International Untad (iO), Prof. Marsetyo  mengatakan, bahwa Untad melalui iO telah berhasil menjadi salah satu perguruan tinggi yang lolos dalam kompetisi untuk mendapatkan bantuan ICT tersebut.

ICT merupakan sebuah mekanisme pengakuan beban kerja dan prestasi yang diperoleh oleh mahasiswa pada kegiatan perkuliahan dari suatu lembaga pendidikan tinggi ke lembaga pendidikan tinggi lainnya secara intemasional.

Sesungguhnya kata Prof Marsetyo, pengalihat kredit dan pemerolehan kredit dapat dilakukan antar program studi yang sama atau berbeda, baik antar PT dalam negeri maupun luar negeri.

Program yang dicanangkan pertama kali pada tahun 2021 ini, juga berfokus pada kesiapan insan pendidikan dalam mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek.

Adapun katanya hibah atau bantuan yang diberikan ke mahasiswa yang lolos oleh Dikti, meliputi biaya pendaftaran mata kuliah, bantuan biaya hidup, biaya pembelian buku atau akses jurnal dan biaya pengelolaan program.

Baca Juga :   FKIP UNTAD Bakal Buka Prodi Magister Keolahragaan

Prof. Marsetyo juga menuturkan, bahwa iO saat ini sedang menjalin kerja sama dengan universitas lain di luar negeri. Selain itu, iO juga melakukan komunikasi dengan perguran tinggi lain di Korea Selatan, Taiwan dan lain-lain.

“Rencananya di minggu pertama bulan Agustus 2021, kami akan melakukan penandatangan naskah kerja sama antara Untad dengan Universitas Teknologi Mara (UITM) Malaysia. Dalam program ICT ini terdapat 10 mahasiswa Untad yang berhasil lolos. Kesepuluh Mahasiswa yang berasal dari Prodi Bahasa Inggris merupakan kuota maksimal yang diajukan dalam proposal ICT. Seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan bahasa inggris yang dibuktikan dengan tes TOEFL dan kompetensi akademik lewat tes wawancara,”jelas Prof Marsetyo.

Dengan harapan katanya, tahun depan mahasiswa yang berhasil terpilih tidak hanya berasal dari prodi Bahasa Inggris saja, melainkan juga ada perwakilan dari prodi lainnya, sehingga berpengaruh pada daya saing secara global sekaligus untuk peningkatan akreditasi prodi maupun institusi.

Baca Juga :   Jelang PTM, SMPN 1 Palu Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan Sekolah

Sementara Mukrim S.Pd selaku Ketua Pelaksana ICT sekaligus Koordinator Outbond iO Untad menuturkan, bahwa penyebaran informasi terkait program ini sedikit terlambat, sehingga dipilihlah mahasiswa dari prodi bahasa inggris karena kemampuan mereka yang sudah cukup baik dalam berbahasa inggris.

Kegiatan perkuliahannya nanti akan dilakukan secara online di Walailak University-Thailand selama 1 semester. Selain itu, prodi yang menjadi patner dalam kerjasama ini adalah prodi pendidikan bahasa inggris.

“Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya, prodi di Untad yang ingin menjalin kerjasama dengan prodi luar negeri akan kami akomodasi. Dalam hal ini mengakomodasi dengan membantu prodi untuk mendapatkan pendanaan ini,”jelasnya.

Selain itu katanya, juga telah diadakan rapat teknis bahwa pada tanggal 27 juli nanti bantuan akan digulirkan. Harapannya melalui program ini mampu menambah pengetahuan serta pengalaman mahasiswa terkait dengan mata kuliah yang diprogramkan di negara lain. */ENG

Komentar

News Feed