oleh

Nur Rahmatu Manfaatkan Reses Sosialisasi Prokes Covid-19

SULTENG RAYA – Anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), H Moh Nur Dg Rahmatu, SE melakukan kegiatan penjaringan aspirasi (reses) di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) baru-baru ini.

Empat desa di dua kecamatan berbeda menjadi sasaran reses yang masuk pada persidangan ke III tahun kedua masa jabatan 2019-2024 tahun anggaran 2021. Keempat desa itu adalah Desa Boloung Olonggata dan Moutong Barat di Kecamatan Moutong serta Desa Karya Abadi dan Desa Sama Bahari di Kecamatan Bolano.

Nur Rahmatu mengatakan, reses adalah kegiatan yang dilakukan oleh anggota DPRD dalam rangka menjaring asiprasi masyarakat di wilayah daerah pemilihan (dapil)-nya masing-masing. Namun demikian kata Nur Rahmatu, kegiatan reses itu juga dimanfaatkannya untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :   Yayasan Cappa Keadilan Ekologi Lakukan Pendampingan Tujuh Desa di Parmout

“Saya minta bapak ibu untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kalau tidak urusan yang penting dan mendesak sebaiknya berdiam diri di rumah saja, karena saat penyebaran virus Covid-19 semakin cepat setelah munculnya varian Delta. Sudah banyak korban  jiwa akibat terpapar Covid-19 seperti yang diberitakan di televisi maupun media sosial,”ujar Nur Rahmatu mengawali sambutannya.

Sementara itu dari aspirasi yang disampaikan pada reses kali ini didominasi oleh permintaan bantuan perbaikan rumah ibadah. Dari empat tempat reses, semuanya mengajukan permohonan perbaikan/rehab rumah ibadah. Menyikapi hal itu Nur Rahmatu langsung meresponnya baik dengan dana pribadi maupun menggunakan dana pokir.

Baca Juga :   69 Sekolah di Parmout Siap Uji Coba PTMT

“Untuk urusan rumah ibadah yang membutuhkan dana yang tidak terlalu besar tidak perlu menggunakan proposal, saya akan langsung memberikan dananya,”jelas anggota DPRD dari Partai Demokrat Parmout tersebut.

Aspriasi lain yang disampaikan masyarakat diantaranya perbaikan sarana air bersih, pembuatan tanggul abrasi pantai, permintaan meteran listrik gratis, perbaikan rumah penduduk, permintaan gamelan Jawa, permintaan bibit kakao dan beberapa usulan bantuan lainnya. Kegiatan reses yang berlangsung selama dua hari tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat. AJI  

Komentar

News Feed