oleh

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sulteng Masih Kurang 50 Persen

-Kota Palu-dibaca 194 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, hingga Mei 2021, penyaluran pupuk bersubsidi lintas varian masih dibawah 50 persen.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) DTPH Sulteng, Sarianto mengatakan hal itu masih termasuk wajar karena saat ini masih dalam tahap penyesuaian skema penyaluran e-RDKK dan kartu tani yang terus digalakkan kepada kelompok tani penerima pupuk bersubsidi.

“Ini masih mungkin bertambah, karena laporan Juni sejatinya dalam tahap finalisasi,” katanya kepada Sulteng Raya, Jumat (2/7/2021).

Dirinya merincikan, untuk UREA jumlah penyaluran ada pada presentase 24,70 persen atau sekitar 9.313 kilogram (kg) dari alokasi 37.710 kilogram (data April 2021). Sementara untuk pupuk jenis SP 36, penyalurannya sudah mencapai 27,74 atau 590 kg dari total alokasi 2.130 kg.

Baca Juga :   Vaksinasi AKABRI 96 Menyasar Kaum Disabilitas

“Sementara NPK formula khusus yang diperuntukkan untuk kakao, itu baru 13 persen atau 538 kg, dari alokasi 4.000 kg,” jelas Sarianto.

Selanjutnya, untuk NPK Phonska Indonesia, total penyalurannya sudah mencapai  43,41  persen atau sekitar 13.036 kg dari total alokasi 30.030 kg.  Sementara untuk ZA target pada 2021 sebanyak 5.884 kg dengan realisasi 2.138 kg atau secara presentase mencapai 36,33 persen.

“Dan untuk pupuk organik, realisasi 25 persen yang setara dengan 529 kg tari total alokasi 2021 sebanyak 2.100 kg,” katanya.

Dirinya berharap, keberadaan pupuk bersubsidi ditengah-tengah petani Sulteng dapat meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) daerah yang bermuara pada peningkatan produksi hasil pangan daerah. RHT

Komentar

News Feed