oleh

Bahas Konstitusionalisme HAM, Fakum Untad Hadirkan Wakil Ketua MK RI

-Pendidikan-dibaca 389 kali
SR Ads

SULTENG RAYA-Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) kembali menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Konstitusionalisme HAM dalam kerangka NKRI pada hari Sabtu (12/06) kemarin.

Kuliah Umum tersebut menghadirkan narasumber Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi. Prof. Dr Aswanto, SH.,MSi.,  DFM, dan dipandu oleh moderator Dr Aminuddin Kasim. S.H., M.H.

Dalam sambutannya Dr. H. Sulbadana., S.H, M.H selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako menyampaikan, kuliah umum ini dilatarbelakangi adanya kesadaran dari civitas akademika Universitas Tadulako, khususnya Fakultas Hukum mengenai pentingnya nilai HAM dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“HAM merupakan nila-nilai universal yang menembus batas-batas ruang wilayah, ruang waktu, batas-batas wilayah, agama. HAM sudah menjadi persoalan ketika manusia hadir di bumi, bahkan pada abad ke 4 SM. Plato telah memberikan gagasan filsafat mengenai keadilan,” ungkap Dr. Sulbadana.

Baca Juga :   Kemendikbudristek Dukung Percepatan Digitalisasi Pendidikan

Kuliah umum ini dibuka oleh Rektor Untad, Prof Dr. Ir H. Mahfudz, MP.  Rektor menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr Aswanto, SH., MSi., DFM yang telah memberikan perhatian penuh kepada Universitas Tadulako dan khususnya Fakultas Hukum.

“Saya juga sangat mengapresiasi Dekan Fakultas Hukum Untad Dr. Sulbadana SH.,M.H dan seluruh jajarannya atas pelaksanaan kuliah umum pada hari ini. Dalam catatan saya, Fakultas Hukum selama pandemi ini selalu melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah, kegiatan-kegiatan akademik secara online. Ini membuktikan bahwa atmosfer akademik di Fakultas Hukum tetap berjalan dengan baik, dengan suasana kekeluargaan dan suasana akademik yang sangat kental di dalam melaksanakan kegatan Tri Dhama Perguruan Tinggi,” papar Prof. Mahfudz.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Pada kesempatan tersebut. Prof. Dr. Aswanto, S.H.M.Si, DFM, menjelaskan mengenai kedudukan HAM dalam Konstitusi, perkembangan serta perlindungan terhadap HAM.

Lebih lanjut, Prot. Aswanto menyampaikan, kalau ingin mengetahui dan memahami hak konstitusional terlebih dahulu harus membedah pengertian hak konstitusional dan hak asasi manusia.

“Hak asasi manusia merupakan hak yang diperoleh oleh seseorang, karena dia menjadi umat manusia yang bersumber langsung dari Allah SWT, sedangkan hak konstitusional adalah hak yang diperoleh karena ia menjadi warga negara. Dengan demikian, setiap warga negara Indonesia memiliki hak konstitusional yang diatur dalam Konstitusi,” papar Prof Aswanto.

Konstitusionalisme HAM, kata dia, adalah hak seseorang yang dijamin dalam konstitusi. Terdapat perbedaan antara HAM (mensen rechten) dan hak dasar (grond rechten).

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

“Secara teori, hak konstitusional adalah yang diperoleh seseorang karena dia menjadi warga negara dari suatu negara, kemudian grond rechten ini sama dengan hak konstitusional. Sementara HAM meskipun tidak diatur dalam konstitusi harus tetap dilindungi,” jelas Prof. Aswanto.

Kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum ini diselenggarakan secara daring dan luring. Turut hadir dalam kegiatan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum Dr. Agus Lanini, S.H., M.H, dan Dr. Rahmat Bakri S.H, M.H selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. */ENG

Komentar

News Feed