oleh

FKPT: Gubernur Sulteng Perlu Prioritaskan Pencegahan Radikal-Teroris

-Kota Palu-dibaca 92 kali

SULTENG RAYA – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menyatakan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura perlu memprioritaskan upaya pencegahan tumbuh dan berkembangnya faham intoleransi, radikalisme dan terorisme di daerah Sulteng.

“Bagi FKPT Sulteng, kedamaian, ketentraman dan kenyamanan semua elemen masyarakat di Sulteng, yang terbebas dari aksi-aksi teror dan kekerasan adalah hal utama yang harus diprioritaskan oleh Gubernur dan Wagub Sulteng yang baru, dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ucap Ketua FKPT Provinsi Sulteng Muh Nur Sangaji, Jumat (18/6/2021).

Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir telah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng periode 2021 – 2024 oleh Presiden RI Joko Widodo. Pelantikan Rusdy dan Ma’mun berlangsung di Istana Negara pada Rabu (16/6/2021) di Istana Negara.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Imbau DPO MIT Menyerahkan Diri

Terkait dengan itu, FKPT Sulteng, kata Muhd Nur Sangaji memandang bahwa Gubernur Sulteng Rusdy Mastura perlu memberikan serta menjamin setiap masyarakat dan umat beragama beraktivitas dengan kenyamanan dan keamanan.

Bagi FKPT Sulteng, sejumlah aksi teror dalam bentuk kekerasan yang terjadi di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi dan wilayah dataran Napu, Kabupaten Poso belum lama ini, sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dan umat beragama dalam beraktivitas.

“Aksi teror itu sangat melukai nurani kemanusiaan dan menciderai hubungan kemanusiaan dan kerukunan yang telah dibangun dengan susah payah,” ungkap Muhd Nur Sangaji yang juga Akademisi Untad Palu itu.

Tidak hanya itu, hingga saat ini masyarakat di wilayah Kabupaten Poso dan sebagian wilayah Sigi hidup dalam kecemasan, ketakutan, atas adanya aksi-aksi teror yang sangat bertentangan dengan agama.

Baca Juga :   Bulog Sulteng Percepat Penyaluran Bansos Beras PPKM

Karena itu, sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Poso dan Sigi hingga saat ini tidak lagi berani untuk pergi mengolah lahan-lahan pertanian dan kebun mereka. Padahal pertanian dan perkebunan menjadi sumber utama penghidupan masyarakat di wilayah itu. “Olehnya itu perlu untuk memulihkan kondisi masyarakat di wilayah tersebut, dengan memberikan rasa aman, kenyamanan dan ketentraman,” sebutnya.

Juga dibutuhkan kesadaran kolektif semua elemen yang ada di Sulteng, untuk bersama-sama mencegah tumbuh dan berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.

“Bila semua orang tua menjaga keluarganya. Semua guru dan dosen membentengi murid dan mahasiswanya. Semua tokoh agama dan tokoh masyarakat membimbing umatnya. Pemerintah mengayomi rakyatnya. Hukum dan penghargaan ditunjukan seimbang dan adil. Langkah menuju sejahtera, diupayakan sungguh-sungguh. Maka, terorisme, radikalisme dan faham kekerasan lainnya tidak akan peroleh tempat atau media untuk tumbuh,” kata Nur Sangaji menambahkan. */ENG

Komentar

News Feed