oleh

Hasil Budidaya Air Tawar Penuhi Kebutuhan Pasar Daerah

-Kota Palu-dibaca 128 kali

SULTENG RAYA – Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Muhammad Syafar, menjelaskan selama ini Pemerintah konsen memberikan perhatian terhadap pengembangan budidaya ikan, khususnya air tawar di berbagai daerah di Sulteng.

Bahkan, hasil dari komitmen tersebut, produksi ikan budidaya air tawar di antaranya udang, nila dan lele cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah.

“Alhamdulillah, untuk kebutuhan daerah selama ini cukup, cuma biasa yang bikin inflasi ikan laut,” ungkap Syafar belum lama ini.

Disamping itu, lanjutnya, Sulteng juga bisa melakukan ekspor hasil budidaya salah satunya udang. Ekspor udang dilakukan melalui Makassar, Sulawesi Selatan.

Hasil produksi perikanan Sulteng di tengah pandemi Covid-19 cukup membanggakan. DKP Provinsi Sulteng mencatat produksi perikanan tangkap dan budidaya mencapai 1.147.646 ton pada 2020.

Baca Juga :   Wawali Reny Cek Pasokan Gas Oksigen di PT Tira Austenite

Rinciannya, perikanan tangkap 186.693 ton dan perikanan budidaya 960.953 ton. Produksi tersebut dihasilkan dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tengah. Sedikitnya jumlah pembudidaya mencapai 59.523 orang dan jumlah petambak sebanyak 160 orang.

“Sebenarnya setiap tahun kita ekspor udang, cuman larinya melalui Makassar. Itu juga yang menjadi salah satu masalah kita,” ucap Syafar.

Atas kondisi tersebut, pintu ekspor hasil produksi udang Sulteng tercatat di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Padahal menurut Syafar, produksi udang Sulteng lebih banyak dari Makassar.

“Masalah kita itu saja, harus ada Bandara Internasional kita. Kalau melalui jalur laut lama,” katanya.

Syafar mencotohkan, Provinsi Manado setiap saat melakukan ekspor karena memiliki Bandara Internasional. Bahkan produksi Ikan Nila disuplai langsung ke Negara Cina. Begitu juga Kalimantan Timur, Ikan Nila dan Patin dieskpor langsung ke Jeddah Arab Saudi, karena daerah tersebut memiliki Bandara Internasional.*/RHT

Komentar

News Feed