oleh

Petani Parmout Kurang Berminat Tanam Kedelai

SULTENG RAYA – Para petani di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) ternyata kurang berminat untuk menanam kedelai. 

Padahal, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai bantuan untuk membantu petani  mengembangkan tanaman yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe tersebut.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tananam Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parmout, Dadan Priatna Jaya mengatakan, tahun ini pemerintah menyiapkan bantuan pengelolaan kedelai melalui dana ABT dengan target seluas 1.000 hektar. Namun, berdasarkan pendataan melalui Calon Penerima, Calon Lokasi (CPCL) baru 370 hektar yang akan terpenuhi.

“Petani kita kurang berminat menanam kedelai. Salah satu penyebabnya karena harga jualnya yang anjlok yang tidak sebanding dengan biaya produksi,” ujar Dadan.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Tombolotutu

Terkait anjloknya harga kedelai tersebut kata Dadan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).

“Jangan kita hanya mengarahkan petani untuk memproduksi kedelai tapi pasarnya belum siap. Urusan pasar ini kaitannya dengan Dinas Perindag. Masing-masing OPD punya peran untuk saling membantu petani,” jelasnya.

Dadan menambahkan, khusus di Parmout, kedelai hanya digunakan untuk bahan baku pembuatan tahu dan tempe dengan jumlah produksi tahu dan tempe dengan jumlah produksi yang masih terbatas sehingga jika petani hendak panen, hasil produksinya tidak akan terjual seluruhnya, atau harganya akan anjlok karena produksi meningkat namun kurang pembeli.

Masalah lain lanjut Dadan, adalah hasil produksi kedelai petani Parmout kalah bersaing dengan kedelai impor, sehingga para pengusaha tahu dan tempe lebih memilih kedelai impor asal Cina yang ukurannya lebih besar dan harganya lebih murah dibanding kedelai lokal. AJI 

Komentar

News Feed