oleh

Bea Cukai Pantoloan Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Ribuan Miras

SULTENG RAYA – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai  (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pantoloan melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) di Halaman Kantornya Jalan Raya Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Kamis (10/6/2021)

Pemusnahan BMN itu merupakan hasil penindakan KPPBC Tipe Madya Pabean C Pantoloan sebanyak 66 kali penindakan selama 2020 berupa 162.321 batang rokok illegal, 115 botol Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan 1.157 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Barang-barang itu telah ditetapkan menjadi BMN dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui KPKNL Palu untuk dimusnahkan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Pantoloan, Alimudin Lisaw mengatakan, sebagai salah satu institusi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas dan fungsi sebagai revenue collector atau pengumpul penerimaan Negara di bidang cukai untuk biaya pembangunan, belanja pegawai serta kesejahteraan.

Baca Juga :   Lima Keuntungan Pakai Motor 125 CC

Dalam perannya sebagai Revenue Collector atas produk Barang Kena Cukai (BKC), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditargetkan oleh Negara untuk mengumpulkan penerimaan dari cukai senilai Rp.173,78 Triliun sepanjang tahun 2021 dan adapun realisasi penerimaan cukai tahun 2020 senilai Rp.176,3 Triliun melebihi target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2020 senilai Rp. 172,2 Triliun.

“Barang itu ditegah hingga dimusnahkan karena pelekatan pita cukai yang tidak sebagaimana mestinya. Perkiraan Nilai Barang sejumlah Rp321.181.480 dan potensi kerugian negara sejumlah Rp105.007.657,” katanya.

Barang Kena Cukai (BKC) yang dimusnahkan ini berasal dari hasil penindakan yang dilakukan di seluruh wilayah pengawasan KPPBC Pantoloan meliputi Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Pantai Barat sampai Kabupaten Buol dan Pasangkayu.

Melalui kegiatan pemusnahan tersebut, KPPBC Pantoloan menunjukkan komitmen untuk membasmi peredaran BKC secara melawan hukum di seluruh wilayah kerja KPPBC Pantoloan dan dengan adanya penindakan yang terus menerus dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kegiatan illegal semacam ini.

Baca Juga :   Pertamina Mandirikan Desa Tertinggal di Maros

“Kami dari KPPBC Pantoloan berkomitmen akan terus menerus menindak setiap pelaku yang melakukan pengedaran BKC secara illegal dan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada lagi peredaran BKC illegal di wilayah kerja KPPBC Pantoloan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini KPPBC Pantoloan juga ingin menunjukkan kepada pelaku peredaran BKC illegal bahwa kita semua unsur pemerintah bekerja sama dan bersinergi memberantas peredaran BKC illegal.

Sepanjang tahun 2021 KPPBC Pantoloan juga berhasil melakukan penindakan atas BKC illegal dan melakukan penyidikan hingga berstatus P21 atas 2 kasus yakni, penegahan 1174 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol dan Pabrik MMEA Ilegal di Kota Palu, penegahan 1.280.000 Batang Rokok Ilegal di Toli-toli.

Baca Juga :   Griya Simuda, Akses Anak Muda Memiliki Rumah Jadi Mudah

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas peran serta masyarakat yang telah aktif mendukung pelaksanaan tugas kami terkhusus penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder atas kerja sama, sinergi, dan dukungan terus-menerus sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tuturnya.

“Kami berharap agar dukungan dan kerjasama yang telah terbina selama ini dapat kita terus lanjutkan sehingga upaya untuk memberantas peredaran BKC illegal dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya menambahkan.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus ikut memusnahkan hasil penindakan Bea Cukai Pantoloan tersebut. */RHT

Komentar

News Feed