oleh

TOLAK UU PILKADA, Massa Aksi Duduki DPRD

SULTENG POST – Dua kelompok massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI- MPO) cabang Palu dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berunjuk rasa menolak UU Pilkada di gedung DPRD Sulteng, Rabu (8/10).

Dalam aksinya, ratusan massa mengancam akan menduduki DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, jika secara kelembagaan tidak mengeluarkan sikap resmi menolak dengan tegas UU pilkada yang disahkan DPR RI beberapa waktu yang lalu.

“Kita tidak akan keluar dari kantor DPRD sampai ada penyataan sikap dari DPRD Sulawesi Tengah menolak UU pilkada serta harus ada rekomendasi yang di kirim ke Pusat,” kata Sahrul salah satu kader HMI.

Koordinator lapangan HMI MPO, Ardi mengatakan bahwa sejatinya Pilkada melalui DPRD justru merisaukan hati rakyat karena UU tersebut membuka jurang pemisah antara rakyat dan pemimpin daerahnya.

“Demi Kedaulatan rakyat, Kami yang tergabung dalam HMI MPO mengeluarkan tuntutan, Menolak UU Pilkada, Menolak Mekanisme pemilihan Presiden melalui MPR, menolak UU MD3 serta jangan Melemahkan KPK,” katanya.

Sementara itu, Korlap LMND, Zain mengatakan bahwa demokrasi yang susah payah diperjuangkan mengalami kemunduran hanya oleh nafsu politik oligarki. Zain juga menyebut hasrat kekuasaan DPR telah mengebiri hak politik rakyat.

“Kami Dari LMND menuntut Tolak UU pilkada sebagai bentuk dari akal-akalan Oligarki, kembalikan hak rakyat untuk memilih langsung kepala daerahnya serta kami akan perjuangkan pendalaman Demokrasi Prosedural menjadi Demokrasi Substansial yang berkeadilan sosial,” katanya.

Para Demonstran akhirnya diterima langsung oleh beberapa anggota DPRD di ruang sidang gabungan DPRD Sulawesi Tengah. Anggota DPRD tersebut, Ibrahim Hafid, Muh Masykur dari Nasdem, Lukky Semen dari PDIP, Mustar Labolo Partai Demokrat dan Hadiyanto Rasyid dari Hanura serta Rusli Dg Palabbi dari PAN.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Fraksi Hanura, Hadiyanto Rasyid menyarankan agar massa membubarkan diri dan kembali datang pada Senin (13/10) dengan menyurat terlebih dahulu kepada Sekretariat Dewan. Karejna menurutnya, saat ini sebagian besar anggota DPRD sedang melakukan Bimtek di Jakarta.

Sebelum melakukan aksi di gedung DPRD Sulteng, ratusan massa terlebih dahulu melakukan long march dari Taman GOR, Bundaran Hasanuddin hingga akhirnya unjuk rasa dipusatkan di gedung dewan tersebut.

Massa Aksi berjanji akan mendatangi kantor DPRD Sulteng pada Senin mendatang, sebagai upaya menuntut sikap resmi anggota dewan secara kelembagaan UU Pilkada dan akan menduduki DPRD hingga tuntutan terpenuhi. WAN

Komentar

News Feed