oleh

Cegah Korupsi, Perguruan Tinggi Perlu Tanamkan Moral ke Mahasiswa

-Pendidikan-dibaca 265 kali

SULTENG RAYA- Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr. Rajindra SE., MM mengiyakan pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut korupsi di Indonesia semakin parah. Karena itu, perguruan tinggi harus ikut bertanggung jawab.

Namun tanggungjawab di sini kata rektor adalah tanggungjawab moral, terlebih jika yang terlibat korupsi itu adalah alumni perguruan tinggi itu.

Karena sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi punya tanggungjawab melahirkan lulusan yang bermoral, beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, salah satu bentuk moral , beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa itu adalah tidak korupsi.

“Saya kira di sini yang dimaksud adalah tanggungjawab moral, dengan cara mengevaluasi pendidikan yang ada di dalam kampus itu, sehingga bisa melahirkan lulusan atau alumni yang punya moral dan rasa takut pada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tidak korupsi,”ujar Rajindra. Ahad (30/5/2021).

Baca Juga :   BNN Donggala Beri Informasi dan Edukasi P4GN ke Peserta Didik

Kata Rajindra, korupsi memang telah menjalar di semua lini, ibarat kangker telah menjalar ke mana-mana, di semua lembaga, dan rata-rata pelakukanya adalah alumni perguruan tinggi, mulai dari sarjana hingga bergelar guru besar.

“Jika secara keilmuan, mereka ini tidak patut korupsi, namun bukan keilmuan yang menjadi masalah dalam korupsi, tapi moral dan rasa takut pada Tuhan yang Maha Esa,”sebut Rajindra.

Olehnya kata Rajindra, yang patut dilakukan oleh perguruan tinggi adalah menanamkan nilai-nilai moral pada mahasiswanya, ini tidak hanya pada perguruan tinggi, melainkan juga mulai dilakukan dari rumah, TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK. “Jika itu sudah tertadam dari rumah, hingga ke sekolah dan lembaga perguruan tinggi, saya kira itu bisa kita minimalisir,”ujar rektor.

Baca Juga :   Senat Setujui Pemberhentian Ketua STIE Panca Bhakti Palu

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut korupsi di Indonesia semakin parah. Karena itu, perguruan tinggi harus ikut bertanggung jawab.

Dalam keterangannya, Mahfud Md menyebut, pada era pascareformasi, korupsi sangat meluas dan perguruan tinggi menjadi salah satu terdakwa utamanya. Sebab, para koruptor itu umumnya adalah lulusan perguruan tinggi.

“Karena itu, rektor di perguruan tinggi harus memperhatikan ini,” ujar Mahfud Md dalam sambutan pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) seperti tertulis dalam keterangannya, Rabu (26/5/2021).”Korupsinya dulu dimonopoli di pucuk eksekutif dan dilakukan setelah APBN ditetapkan. Ini tak bisa dibantah. Buktinya, Orde Baru direformasi, dan pemerintahan Soeharto secara resmi disebut pemerintahan KKN. Penyebutan itu ada di Tap MPR, UU, kampanye politisi, pengamat, disertasi, tesis, dan sebagainya,” lanjut Mahfud.Menurut Mahfud, korupsi zaman Orde Baru terjadi secara besar-besaran, tapi terkonsentrasi dan diatur melalui jaringan korporatis dan pemerintahan Soeharto.

Baca Juga :   Kepsek Minta Orangtua Dukung Vaksinasi Pelajar

Namun, bagi Mahfud, setelah reformasi, korupsi malah meluas. Atas nama demokrasi yang diselewengkan, korupsi tidak lagi dilakukan di pucuk eksekutif, tetapi meluas secara horizontal ke oknum-oknum legislatif, yudikatif, auditif, dan secara vertikal dari pusat sampai daerah.

“Lihat saja para koruptor yang menghuni penjara sekarang, datang dari semua lini horizontal maupun vertikal,” ujar guru besar hukum Universitas Islam Indonesia itu. DTC/ENG

Komentar

News Feed