oleh

Konflik Palestina-Israel, Akademisi Unismuh Palu Khawatirkan Hak Pendidikan Anak Palestina

-Pendidikan-dibaca 245 kali

SULTENG RAYA- Konflik Palestina dan Israel yang memuncak diakhir bulan Suci Ramadan kemarin sepanjang 11 hari, membuat khawatir akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu Moh. Rizal Masdul terkait hak pendidikan anak-anak Palestina, khususnya yang berada di Jalur Gaza, area konflik.

Katanya, apapun alasannya konflik seperti itu pasti akan mengorbankan hak-hak pendidikan anak, bukan hanya hak-hak pendidikannya bahkan tidak sedikit diantara mereka ikut meregang nyawa akibat gempuran rudal-rudal Israel.

Kata Rizal, berdasarkan penuturan aktivis kemanusiaan Indonesia di Palestina, Abdillah Onim, mengatakan anak-anak Palestina masih sulit belajar di sekolah-sekolah. Karena otoritas Israel melakukan blokade jalan, menghancurkan rumah dan sekolah serta melancarkan ancaman untuk para guru yang mengajar.

Baca Juga :   SD Inpres Watusampu Sosialisasikan Vaksinasi Anak ke Orang Tua

Kondisi seperti ini kata Rizal sebenarnya adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia, mengingat pendidikan adalah hak paling dasar bagi setiap anak. “Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan, Israel telah lama mempertontonkan pelanggaran HAM, namun sayang dunia tidak bisa menyentuh pelanggaran HAM Israel ini, olehnya perlu dunia Islam melakukan langkah penyelamatan masa depan anak-anak Palestina,”ujarnya, Rabu (26/5/2021).

Katanya, selain akses pendidikan yang semakin sulit di Palestina juga setengah juta anak Palestina berasal dari keluarga miskin, membuat tiga persen atau sekitar 69.300 anak dari total 2,31 juta anak Palestina tidak bisa merasakan pendidikan di bangku sekolah.

Bahkan katanya, berdasarkan catatan yang didapat, setidaknya 645 anak Palestina hidup bersama keluarga miskin dengan persentase 14 persen di Tepi Barat dan 53 persen di Gaza. “Penjajahan Israel ini penyumbang angka kemiskinan rakyat Palestina,”ujarnya.

Baca Juga :   SMPN 2 Palu Dapat Penyuluhan dan Tes Narkoba dari BNN Kota Palu

“Jika kondisi ini terus berkelanjutan, dapat dipastikan masa depan anak-anak Palestina akan semakin suram, dunia tidak bisa tinggal diam, mengingat anak-anak Palestina punya hak untuk pendidikan dan masa depan yang lebih baik,”ujarnya lagi. ENG

Komentar

News Feed