oleh

Khatib Idul Fitri Unismuh Palu Ajak Jamaah Intropeksi Diri

-Pendidikan-dibaca 280 kali

SULTENG RAYA- Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu berlangsung di halaman upacara, Kamis (13/5/2021) pagi, diikuti ratusan jamaah, baik jamaah laki-laki maupun jamaah perempuan.

Sebelum memasuki lokasi lapangan upacara, setiap jamaah diperiksa suhu tubuh, dan disediakan Hand Sanitizer dan masker oleh panitia, serta shaf jamaah diatur berjarak sekitar satu meter.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H dipimpin oleh Imam Masjid Ulil Albab Unismuh Palu dan sekaligus mahasiswa Fakultas Agama Islam Unismuh Palu Bayu Ikhwan.

Sementara yang bertindak sebagai Khatib Dr. Mohamad Noor Hasan  M. Si mantan Wakil Rektor III Unismuh Palu.

Dalam khutbahnya, khatib menekankan agar umat mengintropeksi diri dan kembali kejalan Allah, terutama para pemimpin di negeri ini, katanya berkah Allah tidak akan turun di negeri ini, sekalipun negeri ini penduduknya mayoritas Islam jika masih sering melakukan kerusakan di muka bumi.

Baca Juga :   Pemkab Pasangkayu MoU dengan Unismuh Palu

Itu bisa dilihat, hawa nafsu begitu menjangkiti bangsa ini, korupsi, suap menyuap secara berjamaah, sistimatis penuh dengan  mafia di dalamnya, dan ironisnya tidak hanya terjadi di lembaga eksekutif, tapi juga telah terjadi di lembaga legislatif, bahkan juga di lembaga yudikatif, serta lembaga-lembaga lainnya. Justru terjadi di era reformasi dan era otonomi daerah di seluruh Indonesia.

Katanya, jika berkah Allah mau turun di negeri ini, maka hal tersebut harus ditinggalkan, sebagaimana firman Allah SWT di dalam QS. Al-A’raf Ayat 96 berbunyi, Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. 

Baca Juga :   MKKS Kota Palu Kini Dinahkodai Arief

“Dimana kekayaan alam Indonesia begitu melimpah baik di darat, berut bumi dan lautan, namun para petani nelayan kita masih juga hidup dalam kemiskinan. Bahkan bangsa ini utangnya cukup besar di luar negeri. Itu dipastikan ada yang keliru dalam pengelolaan bangsa ini,”ujarnya.

Selanjutnya, musibah juga telah sili berganti datang menimpa bangsa ini, berdasarkan QS. Ar-Rum Ayat 41 berbunyi, Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dengan memperhatikan ayat tersebut, terjadinya berbagai musibah yang menimpa bangsa ini, paling tidak dua tahun lalu 28 September 2018 silam, daerah ini Sulawesi Tengah merasakan bagaimana terjadinya gempa bumi yang disusul tsunami dan likuifaksi, begitu juga di Sulbar baru-baru ini, dan sejumlah daerah lainnya, serta berbagai musibah lainnya. Terakhir kapal selam 402 Mandala menewaskan 53 awak kapal.

Baca Juga :   Vaksinasi Anak di SDN Palupi Berjalan Lancar

Belum lagi, ini adalah tahun kedua bangsa Indonesia dilanda wabah Covid-19, dan kemungkinan masih akan terus terjadi kedepan. “Momentum ini harus dijadikan renungan dan bahan evaluasi diri, harus dijadikan pelajaran yang berharga. Karena apa yang terjadi itu akibat ulah perbuatan dan tangan-tangan manusia itu sendiri,”jelasnya.

Untuk itulah katanya, sebagai orang yang beriman, harus bisa kembali memperbaiki kualitas iman dan taqwa, dan meninggalkan semua larangan Allah, agar berkah Allah bisa diturunkan di negeri ini, dan segala musibah diangkat oleh Allah SWT. ENG

Komentar

News Feed