oleh

‘Alarm’ Mutasi Covid-19, Satu Komando Laksanakan PPKM Mikro Tingkat Desa/Kelurahan

-Berita-dibaca 201 kali

SULTENG RAYA – Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini dunia termasuk Indonesia menghadapi ‘alarm’ ancaman mutasi Covid-19.

Bahkan, mutasi Covid-19 dengan pelbagai varian diklaim telah masuk di Indonesia dengan 1.200-an kasus di sejumlah daerah bagian barat Indonesia sejak April 2021.

“Ancaman yang kita hadapi sekarang mutasi Covid-19. Kasus mutasi sudah terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Sejumlah varian telah terdeteksi seperti D614G, Q677H, L18F, N439k, E484Q, N501Y, dan E484K,” kata Wiku dalam Webinar Strategi “Mikro Lockdown” Tingkat RT Menghadapi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 paska Idul Fitri, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, dari pantauan pergerakan kasus Covid-19, Indonesia saat ini berada dalam statistik datar. Untuk itu, penting melakukan sinergi, mengetatkan kembali pengawasan dengan menerapkan strategi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat tapak atau di desa dan kelurahan.

“Artinya, kita harus hati-hati betul untuk mengendalikan agar tetap turun. Namun selama kita bisa mengendalikan penularan, kita tidak perlu terlalu khawatir. PPKM mikro ini sangat penting dan menekankan koordinasi terintegrasi dari pusat, pemda, hingga desa bahkan rt,” tuturnya.

“Ini kebijakan berlapis, koordinasi pusat ke daerah harus kita jaga terstruktur, rapi agar semuanya terkendali,” ujarnya menambahkan.

Kebijakan PPKM mikro tingkat tapak, kata Wiku, akan mendorong satgas di desa membentuk posko yang didalamnya terdapat pelbagai elemen stakeholder penanganan Covid-19.

“Mereka akan didorong untuk sosialisasi 3M, 3T, dan vaksinasi. Posko itu memiliki fungsi keterwakilan baik babinsa, bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan, dan tenaga kesehatan karena langsung melihat kondisi lapangan,” ucapnya. RHT

Komentar

News Feed