oleh

Mobilitas Orang di Sulteng Capai 40 Persen, Ketatkan Kembali 3M

SULTENG RAYA – Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, drDewi Nur Aisyah mengatakan, tingkat mobilitas orang di Sulawesi Tengah dalam satu bulan terkahir mencapai 40 persen. Itu merupakan presentase ke-10 tertinggi di Indonesia.

Ini disebabkan mobilitas orang sudah cukup tinggi mendekati libur dan mudik, banyak orang keluar rumah, orang sudah mulai ramai. Ini yang harus kita ingatkan kembali, bagaimana poin penting 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) untuk tetap menjadi keutamaan. Beberapa rekomendasi kembali diketatkan, dikencangkan kembali,  dari masyarakat, Pemda, pusat sampai ke level kelurahan, RT, katanya dalam Webinar Fellowship Jurnalis Ubahlaku, Senin (10/5/2021).

Meskipun demikian, Sulteng menjadi salah satu daerah yang memiliki tingkat kepatuhan 3M yang sangat baik. Dua poin yang dipaparkan yakni kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak.

Untuk tingkat kepatuhan memakai masker satu bulan terakhir, Sulteng berada di presentase 12,53 persen dari 27 provinsi yang memiliki kepatuhan yang meningkat. Sedangkan 7 provinsi lain menunjukkan penurunan kepatuhan.

Sebenarnya  sudah lebih banyak provinsi yang meningkat, tingkat kepatuhannya menggunakan masker. Artinya orang Indonesia sudah mulai terbiasa keluar rumah ke titik-titik kerumunan menggunakan masker. Ada 27 Provinsi, dan ada 7 provinsi menunjukkan tren penurunan kepatuhan, tuturnya.

Data lain terkait tren jaga jarak, Sulteng menempati presentase 12,12 persen, satu dari 17 provinsi yang memiliki tren kenaikan kepatuhan.

Sulteng tren jaga jaraknya 12,12 persen. Masuk dalam 17 provinsi yang patuh. 17 provinsi lain tren penurunan kepatuhan menjaga jarak, tuturnya.

Ia kembali menekankan bahwa intensitas sosialisasi protokol kesehatan sudah harus kembali jadi kewajiban setiap elemen. Ia mengajak seluruh pihak termasuk insan pers agar menjadi pionir sosialisasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Seperti yang disampaikan Ketua Satgas, sudah ada pelarangan, namun harus kita pastikan kembali, gaungkan kembali terkait penegakkan  protokol kesehatan, larangan mudik, bagaimana pengendalian yang dilakukan di level kelurahan dan desa, tuturnya. RHT

Baca Juga :   Dispusaka Parmout Gelar Bikon Penyusunan JRA Subtantif

Komentar

News Feed