oleh

BPOM di Palu Temukan 13 Sarana Produksi Tidak Memenuhi Ketentuan

SULTENG RAYA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu melakukan pengawasan sarana produksi di sejumlah wilayah kerjanya selama Ramadan.

Dalam pengawasanya, BPOM di Palu menemukan sebanyak 13 sarana penjualan tidak memenuhi ketentuan, mulai dari ada produk kemasan yang tidak layak jual, rusak dan ketentuan pengawasan lainnya.

“Pemeriksaannya sebanyak 62 sarana, memenuhi ketentuan 79 persen (49 sarana) sisanya 13 tidak memenuhi ketentuan. Kita sita barang yang tidak memenuhi ketentuan itu, lalu kita lakukan peneguran dan pembinaan kepada mereka,” Kepala BPOM di Palu, Fauzy Ferdiansyah, Senin (10/5/2021).

Selain itu, BPOM di Palu juga menyita sebanyak 249 produk yang tidak memenuhi ketentuan. Temuan tersebut, kata Fauzy terbagi menjadi sejumlah kategori dalam 40 item produk.

Baca Juga :   BKKBN Ajak Untad Sinergi Cegah Stunting di KKB

“Izin edar 74 buah (29,7 persen), rusak 68 buah (27,3 persen), kadaluarsa 107 buah (43 persen),” tuturnya.

Selama ramadan juga, BPOM di Palu intens melakukan pengawasan takjil. Dari hasil pengawasan sebanyak 111 sampel, seluruh sampel terbukti tidak mengandung bahan berbahaya .

“Tidak mengandung formalin, boraks, rhodamine B, dan metanil yellow. Artinya upaya yang dilakukan kami dan lintas sektor juga sudah cukup efektif dalam melakukan edukasi,” ucap Fauzy.

Fauzy mengimbau untuk seluruh pelaku produksi usaha yang membutuhkan izin edar agar patuh terhadap regulasi perundag-undangan dalam menjalankan usaha. “Demikian juga masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK dari program kami secara online. Cek kemasan, cek label, cek izin edar, serta cek masa kadaluarsa,” tutupnya. RHT

Baca Juga :   FKPT: Gubernur Sulteng Perlu Prioritaskan Pencegahan Radikal-Teroris

Komentar

News Feed