oleh

13 Pasien Covid-19 di Palu Sembuh

SULTENG RAYA – Pasien sembuh di Kota Palu terus menunjukkan tren membaik sejak awal pekan ini.

Berdasarkan laporan harian Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah pada Jumat (7/5/2021), pasien sembuh di Ibu Kota Sulteng itu bertambah sebanyak 13 orang, sementara kasus baru hanya bertambah satu pasien.

Kondisi tersebut diharapkan dapat bertahan hingga awal pekan depan, sehingga keputusan untuk bisa salat ied berjamaah di masjid maupun di lapangan bisa diizinkan. Pasalnya, pada akhir pekan lalu, Kota Palu sempat ditetapkan sebagai zona oranye lantaran satu pekan terjadi penambahan kasus tidak dibarengi peningkatan kasus sembuh.

Hingag Jumat kemarin, Kota Palu masih menempati posisi kedua pasien dalam perawatan terbanyak di Sulteng setelah Kabupaten Buol. Pasien dalam perawatan di Kota Palu tercatat sebanyak 117 orang, sedangan Kabupaten Buol sebanyak 124 orang.

Baca Juga :   Bulog: ASN Jadi Pangsa Pasar Serapan Beras Petani Lokal

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah memberikan warning, jika kasus Covid-19 terus meningkat, kemungkinan besar salat ied di rumah masing-masing kembali terulang seperti tahun lalu.

Hal tersebut telah ditegaskan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid kepada sejumlah wartawan di ruang pertemuan Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Senin (3/5/2021).

Wali Kota Hadianto mengajak seluruh masyarakat Kota Palu bersama-sama berupaya menurunkan angka kasus Covid-19 dalam sepekan ke depan untuk memperketat protokol kesehatan, dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan tentunya menghindari kerumunan. Sehingga, salat ied tetap bisa dilaksanakan di masjid, lapangan dan ruang terbuka lainnya.

Baca Juga :   Skrining Riwayat Kesehatan Secara Mandiri Melalui Aplikasi Mobile JKN

“Kuncinya satu pekan ke depan. Kalau kasus Covid-19 tidak turun juga, kemungkinan salat ied berjamaah di Kota Palu bakal dilarang di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya. Artinya, salat ied terpaksa harus dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Wali Kota Hadianto kepada sejumlah wartawan di ruang pertemuan Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Senin (3/5/2021).

Sebaliknya, kata dia, jika kasus Covid-19 di Kota Palu dapat melandai satu pekan ke depan, maka besar kemungkinan salat berjamaah bisa dilaksanakan di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya.

“Kunci ada pada masyarakat. Untuk itu, mari kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan dalam pekan ini, yang pada akhirnya salat ied berjamaah di masjid, lapangan maupun di ruang terbuka lainnya dapat dilaksankan,” jelasnya.

Baca Juga :   Diberi Kaki Palsu, Martinus: Terima Kasih BPJS Ketenagakerjaan

Wali Kota Hadianto juga mendorong seluruh pengurus masjid di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu untuk memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di masjid.

“Kita akan membuat edaran untuk itu. Jadi, saya harap seluruh pengurus masjid di Kota Palu untuk melaksanakan aturan yang ditetapkan mengenai prokes. Jumlah jamaah tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas masjid. Ceramah dibolehkan, namun tidak boleh lebih dari 15 menit. Salat juga sebisa mungkin dipercepat,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar vaksinasi Covid-19 lebih massif lagi, utamanya masyarakat dengan kategori lanjut usia (lansia). Bagi yang berniat ikut vaksin, silahkan mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu atau Puskesmas terdekat. HGA

Komentar

News Feed