oleh

Ketahanan Keluarga Kunci Penting Penanganan Narkoba

SULTENG RAYA Keluarga menjadi kunci penting dalam penanganan permasalah narkoba di masyarakat, mengingat keluargalah pusat pembinaan anak-anak sejak awal, seperti  pendidikan, sosial, dan penanaman nilai-nilai.

Demikian yang diutarakan Masjudin Radja Maulu saat menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh BNN Kota Palu, di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (6/5/2021).

Katanya, dari hasil penelitian, ditemukan jika rata-rata penyalahguna narkoba itu berasal dari keluarga yang bermasalah, narkoba dijadikan tempat pelarian dari setiap masalah yang dihadapi oleh anggota keluarga.

Olehnya itu, PBB dan BNN merancang kembali pendekatan berupa intervensi ke keluarga. Agar nantinya keluarga bisa menjalankan sejumlah fungsinya, diantaranya fungsi pendidikan dan sosialisasi, fungsi sosial dan budaya, fungsi keagamaan, fungsi cinta kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, dan fungsi lingkungan.

Baca Juga :   Satgas Anti Narkoba SMPN 15 Palu Susun Program Kerja

Kata Masjudin, jika itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh keluarga, maka akan terjalin komunikasi yang efektif antara anak dan orang tua. “Di dalamnya itu, jika dilakukan maka terjadi komunikasi yang bagus antara orang tua dan anak, karena selama ini putus komunikasi antara orang tua dan anak, sehingga anak lebih banyak mencari ke sumber-sumber lain, salah satunya itu adalah narkoba,”jelas Masjudin.

Maka kedepan kata Masjudin, wujud intervensi keluarga yang dimaksud BNN Kota Palu ini dibuat pelatihan-pelatihan, ada kelas anak, kelas ibu atau ayah, dan ada kelas penggabungan keduanya.

Dimana di kelas itu, anak diajarkan bagaimana menyadari dirinya, menyadari kelebihan-kelebihannya, kemudian bagaimana mereka mengatasi masalah yang dihadapi yang menjadi beban pikirannya, dan kemudian bagaimana mereka bisa mengungkapkan masalahnya.

Baca Juga :   Mobil Avanza Hangus Terbakar di SPBU Tondo

Begitu juga dengan orang tua, akan diajarkan bagaimana menjadi pendengar yang baik, bagaimana merangkul dan mengarahkan anaknya,  bahkan nantinya ada permainan-permainan atau game yang bisa menghubungkan antara anak, ayah dan ibunya.

Lanjut Masjudin, bukan berarti BNN salama ini tidak melakukan intervensi, karena sudah ada intervensi sebelumnya ke lembaga pendidikan, intervensi ke masyarakat, begitu juga pencegahan, pengobatan atau rehabilitasin terus jalan, namun kenyataannya jumlah prevalensi tetap juga banyak, artinya masih ada satu lagi yang perlu di intervensi yakni ketahanan keluarga.

Dalam kesempatan itu, BNN Kota Palu melaksanakan kegiatan Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Kelurahan, kali ini menyasar Kelurahan Besusu Barat, setelah sehari sebelumnya juga melaksanakan hal yang sama di Pantoloan Boya, kedua kelurahan ini sebagai pilot Project BNN Kota Palu dalam rangka mewujudkan kelurahan bersinar, bersih dari narkoba.

Baca Juga :   SMPN 5 Palu Perkuat Kompetensi Guru Melalui IHT

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, selain Masjudin Radja Maulu, juga menghadirkan Kepala Kesbangpol Kota Palu, Abidin dan Bappeda Kota Palu diwakili oleh Kepala Bidang Data dan Informasi Ibnu Munsir.

Sebelumnya diawali pembukaan oleh Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Dr. Baharuddin, SE., M.Si, pada pemaparannya menyinggung masalah keluarga menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Hadir dalam kesempatan itu sebagai peserta, selain lurah setempat juga para tokoh masyarakat, tokoh pemuda ,Babinsa, dan  juga Bhabinkamtibmas. ENG

Komentar

News Feed