oleh

Dua Hari, Tren Pasien Covid-19 Sembuh di Palu Membaik

SULTENG RAYA – Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah merilis dua hari terakhir kasus pasien sembuh menunjukkan tren membaik di Kota Palu.

Data Senin (3/5/2021), menunjukkan pasien sembuh di Ibu Kota Sulteng itu sebanyak 40 orang, sedangkan kasus baru hanya 9 kasus.

Sementara itu, pada Selasa (4/5/2021), pasien sembuh di Kota Palu sebanyak 42 orang, sedangkan kasus baru hanya 3 kasus.

Hingga Selasa kemarin, masih terdapat 134 pasien dalam perawatan, tersebar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata 5 orang, RSU Madani 2 orang, RS Woodward 8 orang, RS Shindu Trisno 13 orang, RS Samaritan 5 orang, RS Bhayangkara 1 orang, RS Darurat Pemprov Sulteng 1 orang serta 99 orang karantina mandiri.

Baca Juga :   Besok, Pelayanan Penerbitan SIM Diliburkan

Kasus Covid-19 di Kota Palu juga menjadi kunci dapat atau tidaknya dilaksanakannya salat Idul Fitri berjamaah di masjid, lapangan atau ruang terbuka lainnya di daerah itu. Jika dalam sepekan ke depan kasus terus meningkat, maka terpaksa salat ied berjamaah di masjid, lapangan maupun ruang terbuka tidak diizinkan. Artinya, salat ied di rumah masih-masing kembali terulang seperti tahun lalu.

Begitu pun sebaliknya, jika pasien sembuh meningkat, maka dimungkinkan salah ied berjamaah di masjid, lapangan maupun ruang terbuka bisa dilaksanakan.

Hal tersebut telah ditegaskan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Kota Palu di ruang pertemuan Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :   Kapolres Palu Cek Penumpang KM Labobar

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Palu bersama-sama berupaya menurunkan angka kasus Covid-19 dalam sepekan ke depan, dengan cara memperketat penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas keseharian.

“Kuncinya satu pekan ke depan. Kalau kasus Covid-19 tidak turun juga, kemungkinan salat ied berjamaah di Kota Palu bakal dilarang di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya. Artinya, salat ied terpaksa harus dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Wali Kota Hadianto.

Sebaliknya, kata dia, jika kasus Covid-19 di Kota Palu dapat melandai satu pekan ke depan, maka besar kemungkinan salat berjamaah bisa dilaksanakan di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya.

“Kunci ada pada masyarakat. Untuk itu, mari kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan dalam pekan ini, yang pada akhirnya salat ied berjamaah di masjid, lapangan maupun di ruang terbuka lainnya dapat dilaksankan,” jelasnya.

Baca Juga :   BPOM di Palu Temukan 13 Sarana Produksi Tidak Memenuhi Ketentuan

Wali Kota Hadianto mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan tentunya menghindari kerumunan.

“Saya sangat berharap, kondisi ini dipahami masyarakat,” ucapnya. HGA

Komentar

News Feed