oleh

Salat Ied Terancam di Rumah Lagi

SULTENG RAYA – Kasus pasien Covid-19 di Kota Palu satu pekan terakhir mengalami penambahan, sedangkan pasien sembuh sangat sedikit, terkadang tanpa pasien sembuh.

Hal tersebut membuat Kota Palu kembali ditetapkan sebagai zona orange yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai zona hijau. Jika kondisi tersebut tidak berubah dalam satu pekan, dimungkinkan salat ied berjamaah terancam dilaksanakan di rumah kembali, seperti salat Idul Fitri 1441 Hijriah tahun lalu.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengajak seluruh masyarakat Kota Palu bersama-sama berupaya menurunkan angka kasus Covid-19 dalam sepekan ke depan, sehingga salat ied tetap bisa dilaksanakan di masjid, lapangan dan ruang terbuka lainnya.

“Kuncinya satu pekan ke depan. Kalau kasus Covid-19 tidak turun juga, kemungkinan salat ied berjamaah di Kota Palu bakal dilarang di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya. Artinya, salat ied terpaksa harus dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Wali Kota Hadianto kepada sejumlah wartawan di ruang pertemuan Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :   Pembangunan Huntap B1 di Sulteng Diupayakan Rampung Bertahap

Sebaliknya, kata dia, jika kasus Covid-19 di Kota Palu dapat melandai satu pekan ke depan, maka besar kemungkinan salat berjamaah bisa dilaksanakan di masjid, lapangan maupun ruang terbuka lainnya.

“Kunci ada pada masyarakat. Untuk itu, mari kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan dalam pekan ini, yang pada akhirnya salat ied berjamaah di masjid, lapangan maupun di ruang terbuka lainnya dapat dilaksankan,” jelasnya.

Wali Kota Hadianto mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan tentunya menghindari kerumunan.

“Saya sangat berharap, kondisi ini dipahami masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :   KPPN di Sulteng Telah Bayar THR Rp78 Miliar

Wali Kota Hadianto juga mendorong seluruh pengurus masjid di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu untuk memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di masjid.

“Kita akan membuat edaran untuk itu. Jadi, saya harap seluruh pengurus masjid di Kota Palu untuk melaksanakan aturan yang ditetapkan mengenai prokes. Jumlah jamaah tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas masjid. Ceramah dibolehkan, namun tidak boleh lebih dari 15 menit. Salat juga sebisa mungkin dipercepat,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar vaksinasi Covid-19 lebih massif lagi, utamanya masyarakat dengan kategori lanjut usia (lansia). Bagi yang berniat ikut vaksin, silahkan mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu atau Puskesmas terdekat.

Ia mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk vaksinasi, terlebih khusus untuk masyarakat Kota Palu tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, kata dia, setelah vaksinasi, protokol kesehatan harus tetap dilakukan, karena vaksinasi bukanlah jaminan seseorang terbebas dari ancaman paparan Covid-19.

Baca Juga :   SKIPM Palu Serahkan Bantuan 450 Paket Ikan Sehat Bermutu

“Untuk vaksinasi Covid-19, silahkan ke puskesmas terdekat. Untuk warga Kota Palu dan semuanya tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya.

Turut mendampingi Wali Kota Hadianto, Wakil Wali Kota Palu, dr Reny A Lamadjido, Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri L Sawayah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Palu, di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaema, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Mohammad Arif Lamakarate dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Trisno Yunianto.

Turut hadir, Forkopimda Kota Palu, di antaranya, Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal, Dandim 1306/Dgl, Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah, Kejari Palu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palu, Mursidi dan sejumlah pihak terkait lainnya. HGA

Komentar

News Feed