oleh

Fraksi Nasdem Beri Sebelas Catatan Ranperda RTRW

SULTENG RAYA – Dalam Rapat Paripurna pendapat fraksi laporan ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tahun 2021-2041 di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Sabtu (1/5/2021) malam, fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) memberikan sebelas catatan terkait Ranperda RTRW.

Sekretaris fraksi Nasdem, Mutmainah Korona membacakan catatan tersebut, di antaranya, kebijakan Ranperda RTRW Kota Palu harus menjadi alat pengendali dan perlindungan dari kerusakan lingkungan hidup sebagai mandat Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan adalah hasil audit tata ruang Kota Palu Donggala oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang tahun 2019,” ujar Mutmainah.

Kedua, menjadikan wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi bencana, sebagai wilayah perlindungan dan wilayah rawan bencana yang tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan menyebabkan perubahan fungsi kawasan.

Baca Juga :   Operasi Yustisi Digencarkan Hingga Malam Takbiran

Ketiga, mengembalikan fungsi kawasan yang memiliki sejarah ekosistem mangrove atau hutan bakau yang sepadan pantai teluk palu untuk kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Keempat, menjadikan sesar patahan palu koro sebagai kawasan tidak boleh ditinggali dalam rangka mitigasi bencana guna meminimalisir korban jiwa dan kerugian materil.

Kelima, melindungi wilayah penggaraman talise sebagai aset penggaraman tradisional dan sumber penghidupan petani tambang garam.

“Keenam, menerima usulan klausul pertambangan dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: pengelolaan pertambangan harus memperhatikan lingkungan dimana perusahaan itu bekerja. Dalam mendirikan usaha pertambangan ada pertimbangan amdal sebagai dasar utama dalam pengelolaannya dan dilakukan evaluasi secara berkala,” jelasnya.

“Dalam pengelolaan wilayah yang masuk dalam area pertambangan tidak lagi melakukan eksploitasi secara sembarangan tapi dikelola secara aktif dan berkelanjutan. Wilayah area yang masuk zonasi hutan lindung atau tahura dan tidak boleh dikelola mengingat keberadaan ekologis di wilayah itu yang dijaga secara berkelanjutan. Perusahaan pertambangan memberikan CSR harus bisa memberikan manfaat buat daerah dan wilayah sekitar pertambangan. Semua aktivitas pertambangan harus memperhatikan norma-norma mitigasi bencana yang ditetapkan di Kota Palu secara serius,” lanjutnya.

Baca Juga :   129 Pasien Covid-19 di Sulteng Sembuh

Ketujuh, perlu ada zona yang jelas untuk pemukiman dan perumahan warga agar muncul kawasan baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis bagi masyarakat disekitarnya.

Kedelapan, memastikan pemanfaatan ruang terbuka hijau yang tidak terkelola menjadi wilayah wisata alternatif berbasis ekologis dengan melakukan inventarisasi lahan cadangan atau bank lahan bisa berstatus lahan terbuka hijau.

Kesembilan, memasukan jaminan penggunaan air bersih bagi warga Kota Palu dan wilayah pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai wilayah terlindungi dari aktivitas pertambangan dan aktivitas lainnya yang merusak dan merubah fungsi kawasan.

Kesepuluh, setiap kelurahan memiliki perencanaan pengelolaan tata ruang berbasis rukun tetangga dan rukun warga yang memiliki jalur evakuasi yang aman dari resiko bencana dan memperhatikan semua jenis bencana yang mengancam dan Kesebelas, kebijakan Ranperda RTRW juga harus mempertimbangkan aspek pengelolaan tata ruang dan wilayah yang ramah perempuan dan anak serta inklusi dan aman dari resiko dan bencana berbasis kecamatan.

Baca Juga :   Satgas Anti Narkoba Inisiasi Terbentuknya Kelurahan Bersinar

“Kami menerima Ranperda ini dengan catatan semua pandangan fraksi yang sudah kami sampaikan sebelumnya harus dikawal penuh oleh Pansus Ranperda RTRW sampai pembahasan pada tingkat evaluasi di provinsi sampai ditetapkkan sebagai Perda tidak boleh ada hilang satupun dari pandangan fraksi Partai Nasdem,” tegas Mutmainah. NDY

Komentar

News Feed