oleh

Unismuh Palu Peringati Nuzul Quran, Bahas Interelasi Kebenaran Alquran dan IPTEKS

-Pendidikan-dibaca 333 kali

SULTENG RAYA- Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al Islam Kemuhammadiyaan (LP2AIK) bekerjasama dengan Mejelis Tablik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulteng dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulteng memperingati Nuzulul Quran 1442 H, dengan cara menggelar pengajian secara daring (Zoom) Sabtu (1/5/2021).

Pengajian tersebut mengangkat tema Interelasi Kebenaran Alquran dan IPTEKS dengan menghadirkan pemateri  Dr. Fadhlullah M. Said, MA (pengasuh Pesantren Al Quran Babussalam), diikuti oleh rektor, para wakil-wakil rektor, kepala lembaga, biro, dekan, ketua-ketua prodi, dosen, mahasiswa, pengurus PWM dan PWA dan anggota.

Rektor Unismuh Palu. Dr. Rajindra, SE., MM mengucapkan terimakasih kepada LP2AIK yang telah menyelenggarakan pengajian yang selalu mengangkat tema-tema yang sangat relevan dengan kondisi kekinian, dimana saat ini di bulan Ramadhan 1442 H sehubungan dengan Nuzul Quran membahas tema Interelasi Kebenaran Alquran dan IPTEKS.

Baca Juga :   Pemkab Pasangkayu MoU dengan Unismuh Palu

Dimana kata rektor, ada ratusan ayat di dalam Alquran yang membahas tentang ilmu pengetahuan, dan sebagai seorang warga akademis patut untuk mengetahui lebih dalam keterkaitan antara Alquran dengan ilmu pengetahuan dan teknologi itu.

“Semoga melalui pengajian ini, bisa memberikan kita pencerahan terkait Interelasi Kebenaran Alquran dan IPTEKS itu,”ujar rektor.

Hal yang sama diutarakan oleh Wakil Ketua PWA Sulteng Dr. Hajar Anna Patunrangi, M.Ag berharap dengan melalui pengajian tersebut, para peserta mendapatkan pencerahan, wawasan, dan pemahaman terkait  Interelasi Kebenaran Alquran dan IPTEKS.

Dr. Fadhlullah M. Said, MA dalam pemaparan materinya mengatakan bahwa ada perbedaan pandangan ulama terkait hubungan Alquran dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pertama ada yang mengatakan Alquran memuat seluruh bentuk pengetahuan termasuk disiplin-disiplinnya, pandangan ini karena menempatkan Alquran sebagai sumber Ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya yang memplopori ini adalah Al-Ghazali.

Baca Juga :   10 Peserta Didik SMPN 1 Palu Wakili Sulteng di Ajang Nasional

Kedua ada yang mengatakan Alquran itu semata-mata sebagai kitap petunjuk, dan di dalamnya tidak ada tempat bagi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dengan alasan tidaklah benar menafsirkan kata-kata Alquran dengan cara yang tidak diketahui oleh orang-orang Arab pada masa Nabi, serta Alquran tidak diwahyukan untuk mengajari manusia sains dan teknologi, tapi merupakan kitab petunjuk, masalah ipteks di luar tujuan wahyu Alquran.  Ini katanya dipelopori oleh Abu Ishak Al-Syaithibi.

Lebih lanjut kata Fadhlullah, sebenarnya tedapat empat pola menggambarkan hubungan alquran dan ipteks yaitu Konflik, Independensi, Dialog, dan Integrasi. “Alguran tetap diletakkan sebagai kitap petunjuk dalam kehidupan manusia  yang di dalamnya terdapat prinsip-prinsip umum dan etika tentang ipteks, sementara rumusan dan perincian Ipteks sampai pada tingkat penerapannya sangat tergantung pada manusia itu sendiri, karena manusia dengan akalnya mampu membedakan yang mana yang baik dan mana yang benar,”ujarnya.

Baca Juga :   FKIP Untad Yudisium 376 PPG Dalam Jabatan Tahun Akademik 2021/2022

Katanya lagi, Al-Quran itu memainkan peran penting terhadap prinsip-prinsip IPTEKS. Dalam pemahaman terhadap al-Qur’an, terdapat penafsiran yang bersitat esoferis (ma’nawi) selain eksetorisnya, yang memungkinkan tidak hanya pengungkapan misteri-misteri yang di kandungnya secara lahiriyah tetapi juga pencarian makna secara lebih mendalam, yang berguna untuk pembangunan paradigma sains.

Al-Qur’an juga katanya menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan IPTEKS dengan menekankan kebajikan dan keutamaan menuntut sains dan  pencarian sains dalam segi apapun berujung pada penegasan Tauhid-Keunikan dan Keesaan Tuhan bahwa yang “menundukkan dan memudahkan” itu bukan manusia, tetapi Allah. “Manusia dan alam raya semuanya di bawah kekuasaan-Nya kecuali manusia yang mempertuhankan sains,”jelasnya. ENG

Komentar

News Feed